Buka Pekan Wayang, Dirjen Hilmar Farid: Penghargaan UNESCO untuk Pacu Terus Lestarikan Budaya Indonesia

- Selasa, 8 November 2022 | 15:17 WIB
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid (Keempat dari kanan) menerima  kenang-kenangan  foto sketsa usai membuka Pekan Wayang Indonesia 2022 di Gedung Pewayangan Kautama TMII, Selasa (8/11/2022). (Yon Parjiyono)
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid (Keempat dari kanan) menerima kenang-kenangan foto sketsa usai membuka Pekan Wayang Indonesia 2022 di Gedung Pewayangan Kautama TMII, Selasa (8/11/2022). (Yon Parjiyono)



SUARAKARYA.ID: Pekan wayang 2022 dibuka oleh  Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid, PhD di ruang Serbaguna Gedung Pewayangan Kautaman TMII,  Selasa (8/11/ 2022).

Hilmar Farid menegaskan, sesuai konvensi UNESCO pada 2003, Pemerintah dan masyarakat Indonesia  harus menjaga kelangsungan hidup wayang. Wayang harus lestari dan bermanfaat bagi masyarakat.

Indonesia sudah melaksanakan tugas yang mulai dari waktu ke waktu. 

Baca Juga: Gedung Wayang Orang Bharata Segera Direnovasi, Anies Janji Dukung Pekerja Seni Budaya

"Kami juga terus memperhatikan kelestarian, kelangsungan hidup wayang. Tahun 2023 nanti,  kolaborasi antara Ditjen Kebudayaan  Kemendi8kbud Ristek dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta akan menggelar pentas wayang di Gedung Olahraga (GOR) lima wilayah  DKI Jakarta,  event ini sebagai bentuk perhatian kami terhadap pelestarian kebudayaan wayang," kata Hilmar Farid.

Ia menambahkan, konten dari pentas wayang di lima GOR  DKI Jakarta itu diserahkan kepada para seniman, serta Sena Wangi sebagai wadahnya.

"Pentas Wayang di lima GOR di DKI Jakarta itu isinya kita serahkan kepada seniman anggota Sena Wangi," kata Hilmar.

Baca Juga: Wayang Orang Bali Di Kota Tua Apresiatif Interaktif, Penonton Diajak Menari Dan Tertawa

 

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid (belakang) foto bersama dengan para seniman wayang orang Sena Wangi saat Pembukaan Pekan Wayang Indonesia di Gedung Pewayangan Kautaman TMII, Selasa (8/11/2022).


Sementara itu, Ketua Umum Sena Wangi Drs Suparmin Sunjoyo menambahkan,  penghargaan UNESCO,  terhadap wayang Indonesia pada 7 November 2003 mengamanatkan  kewajiban kita untuk melestarikan, mengembangkan serta memajukan wayang  karena wayang  Indonesia telah diproklamasikan sebagai  a Masterpiece of the Oral  and Intangible  Heritage of Humanity.

"Seni budaya wayang menjadi  World Heritage, oleh karena itu sesuai konvensi UNESCO, pemeyintah dan masyarakat Indonesia harus menjaga  kelangsungan hidup wayang. Wayang harus lestari dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Suparmin Sunjoyo.

Baca Juga: TMII Diambil Dari Yayasan Agar Kualitas Pengelolaan Aset Negara Berkualitas


Pekan wayang Indonesia 2022 yang didukung oleh BCA digelar pula Kongres Sena Wangi X,  Talkshow dengan tema Tanggungjawab Sosial dan Peran  Pemangku Kepentingan Dalam Pemajuan Wayang Indonesia, dengan pembicara Prof. Dr Gunawan Sumodiningrat M.Ec (Guru Besar Fakultas Ekonomi  dan Bisnis UGM), Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, Dr Restu  Gunawan , M Hum ( Direktur  Pengembangan dan Pemanfaatan, Kemendikbud Ristek), Rudi S Kamri (Jurnalis).

Digelar pula pameran, bazar dan workshop. Pada pameran menampilkan lukis wayang perkembangan rupa wayang baik yang klasik maupun kontemporer. Bazar dengan menjual produk-produk UMKM yang bertemakan wayang. ***

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baim Rilis Single Tak Bisa Lagi Kehilangan

Rabu, 18 Januari 2023 | 19:18 WIB

Deep Purple Bakal Konser di Solo, Cek Harga Tiketnya

Jumat, 13 Januari 2023 | 13:08 WIB
X