Menparekraf Sandiaga: Bali Harus Jadi Center of Excellent Pengelolaan Desa Wisata

- Jumat, 23 September 2022 | 22:44 WIB
Foto: Humas Kemenparekraf
Foto: Humas Kemenparekraf

SUARAKARYA.ID: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Bali sebagai salah satu destinasi unggulan tanah air diupayakan menjadi pusat pengembangan pendidikan (center of excellence) pariwisata bagi daerah lain termasuk dalam pengembangan Desa Wisata berkualitas dan berkelanjutan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara seminar dan working group bertema "Building World-Class Green and Sustainable Tourism Village for Bali’s Recovery and Transformation through Social Innovation" yang berlangsung di Merusaka Hotel, Nusa Dua, Bali, Jumat (23/9/2022), mengatakan, hal ini tidak lepas dari keunggulan serta daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki Bali.

Baca Juga: Desa Wisata Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur Miliki Peninggalan Zaman Megalitikum

“Bali harus dapat berkembang lebih jauh. Tidak hanya sebagai destinasi, namun juga sebagai center of excellent dalam kaitannya dengan pengembangan pariwisata,” katanya.

Bali selama ini telah dikenal dalam penerapan konsep kosmologi Tri Hita Karana yang merupakan falsafah hidup tangguh dengan konsep yang dapat melestarikan keanekaragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi.

Di mana dalam konsep tersebut ditekankan hubungan antara sesama manusia, alam, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Humas Kemenparekraf)
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Humas Kemenparekraf)

"Konsep gotong royong dan kelestarian lingkungan atau sustainable ini harus terus kita jaga dan bangun. Terutama di Bali dengan Tri Hita Karana di mana konsep ini erat kaitannya untuk membangun sosial ekonomi," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Pandemi Covid-19 telah membuat dunia berada dalam situasi VUCA yang menggambarkan Volatility, Uncertainty,Complexity, dan Ambiguity. Belajar dari pandemi COVID-19, ketidakpastian pada sektor pariwisata mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menggeser paradigma pengembangan ke arah keberlanjutan dari segala aspek.

Baca Juga: Desa Wisata Sudaji di Buleleng Bali Didukung Menparekraf Sandiaga Kembangkan Konsep Community Based Tourism

Fokus empat pilar yang dikembangkan Kemenparekraf/Baparekraf dalam mewujudkan keberlanjutan diantaranya pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), ekonomi berkelanjutan (sosio-ekonomi) jangka panjang, keberlanjutan budaya (sustainable culture) yang harus selalu dikembangkan dan dijaga, serta aspek lingkungan (environment sustainability).

Desa Wisata, dikatakan Sandiaga, memiliki kekuatan besar dalam mewujudkan empat pilar pengelolaan berkelanjutan tersebut.

Desa Wisata terbukti menjadi salah satu pilar penopang ekonomi masyarakat. Di tengah pandemi, tingkat kunjungan ke Desa Wisata justru meningkat 300 persen. Hal ini tidak lepas dari daya tarik pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dari Desa Wisata.

Baca Juga: Desa Wisata Undisan di Kabupaten Bangli Jaga Kelestarian Seni dan Budaya Diperkuat dengan Awig-awig

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X