• Selasa, 9 Agustus 2022

Kota Tua, Peninggalan Sejarah Yang Turut  Kembangkan Potensi Wisata Indonesia

- Jumat, 17 Juni 2022 | 02:53 WIB
 Direktur Utama PT Kenari Djaja Hendra B Sjarifudin.
Direktur Utama PT Kenari Djaja Hendra B Sjarifudin.
 
SUARAKARYA.ID: Kota Tua di Indonesia, peninggalan sejarah yang turut menyumbangkan pengembangan potensi wisata di daerah. 
 
Seperti diketahui, Indonesia dengan ragam budayanya memiliki banyak peninggalan sejarah kota yang disebut Kota Lama, Kota Tua, atau Kota Sejarah. Yang memperlihatkan masa kejayaan perdagangan di Asia di abad 17 dan 18.
 
Tiga daerah yang telah diteliti 
akademisi Perguruan Tinggi, memperlihatkan bukti tersebut. Dan, direkomendasi sebagai potensi yang bisa dikembangkan sebagai produk pariwisata ‘Kota Tua’, seperti yang banyak dilakukan di negara lain.
 
Melihat potensi pariwisata arsitektur ini,  FTSP Universitas Trisakti Jurusan Arsitektur, bersama Majalah Asrinesia dan Kenari Djaja, menggelar Seminar 
virtual tentang arsitektur Kota Tua, agar cagar budaya ini lebih dikenal masyarakat luas.
 
 
Seminar warisan budaya Nusantara berjudul “Kota Tua Pusaka Nusantata”, digelar secara virtual, Rabu (15/6/2022). Dengan menghadirkan Arsitek yang juga Peneliti dari 3 (tiga) Perguruan Tinggi, serta diikuti sebanyak 600 partisipan. Hadir pula Direktur Utama PT Kenari Djaja Hendra B. Sjarifudin.
 
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Kenari Djaja Hendra B. Sjarifudin mengatakan sama seperti kawasan kota lama di beberapa kota di Indonesia bahkan dunia, Kota Tua Jakarta ini dimanfaatkan sebagai tempat wisata bersejarah, dengan mengubah fungsi bangunan lama menjadi museum yang menyimpan banyak informasi berharga tentang sejarah kota. 
 
Karena cakupannya yang luas, Kawasan Kota Tua Jakarta ini memiliki beberapa objek wisata yang sangat menarik.
 
Di bagian lain, Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti Dr Ir Etty R Kridarso MT  memprediksi peninggalan Kota Tua akan menjadi potensi andalan Pariwisata Daerah. Dalam mendatangkan banyak kegiatan dan turis ke Indonesia.
 
 
Sementara, ArsiteK Dr Jonni  Wongso ST MT IAI dari Jurusan Arsitektur Universitas Bung 
Hatta - Padang, telah melakukan penelitian pada peninggalan Kota lama berbasis budaya Adat Minang. 
 
Kawasan ini potensial bagi perkembangan arsitektur daerah yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Sumatera Barat sebagai Kawasan Kota Tua bernilai budaya setempat. Menjadi salah satu produk wisata yang menarik dan menyertakan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
 
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), daerah yang sempat menjadi koloni Portugis, memberikan peninggalan sejarah yang hampir punah. Sisa-sisa Kota tua ini sempat diteliti Arsitek Don Ara  Kian ST MT IAI dari Arsitektur Universitas Widya Mandira–Kupang, untuk disampaikan potensinya kepada masyarakat luas. 
 
Harapannya Kota Tua di NTT ini menjadi destinasi wisata di Indonesia Timur. Yang terus dikembangkan untuk mendatangkan wisatawan.
 
 
Jakarta yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, juga banyak meninggalkan sisa kota lama dan aktivitas bersejarah, yang bisa dinikmati masyarakat. 
 
Salah satunya yang telah diteliti Dr Ririk Winandari ST MT dari Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti – Jakarta, adalah peninggalan arsitektur Kastil Batavia di kawasan Jakarta Utara. Yang memiliki cerita cukup berpengaruh pada lingkungan Kota Tua ini dan sekitarnya.
 
Cerita tentang Kota Tua sudah menjadi kisah yang melegenda dan dibanggakan masyarakat serta Pemerintah Daerah. Seminar yang dihadiri masyarakat pecinta sejarah arsitektur kota, Arsitek, Insinyur, Ahli Perkotaan, Mahasiswa, serta Pengampu Daerah, memberi banyak informasi dan ide inovatif.
 
 
Dipandu Punto Wijayanto ST MT dari Arsitektur Universitas Trisakti, seminar yang didukung Deputi Bidang Produk Wisata & Penyelenggara Kegiatan, Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif  Ir Rizky Handayani Mustafa MBTM, yang juga Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif–Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyambut baik inisiatif seminar Pariwisata Arsitektur yang digagas dunia  Perguruan Tinggi. Terbukti 600-an partisipan hadir dari seluruh Indonesia, karena potensi peninggalan kota bersejarah seperti ini terdapat dimana-mana.***
 

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

X