• Jumat, 9 Desember 2022

Produk Ekonomi Kreatif Indonesia Tampil Pada 1st TWG 2022

- Rabu, 11 Mei 2022 | 21:35 WIB
Kemenparekraf mempamerkan ragam produk ekonomi kreatif di 1st Tourism Working Group 2022 di Labuan Bajo NTT. (Kemenparekraf)
Kemenparekraf mempamerkan ragam produk ekonomi kreatif di 1st Tourism Working Group 2022 di Labuan Bajo NTT. (Kemenparekraf)

SUARAKARYA.ID:  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempromosikan ragam produk ekonomi kreatif dalam 1st Tourism Working Group 2022, yang berlangsung 10-11 Mei 2022 di Sudamala Resort, Labuan Bajo, NTT.

Di antaranya pakaian tradisional yang dikenakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno,  berupa Tenun sutra Mandar Sureq Marasa; syal songkek khas Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang dikenakan oleh Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh dan Co Chair of Tourism Working Group, Iman Santosa; hingga dihadirkannya ragam produk olahan kuliner khas Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Jokowi Telepon Putin-Zelenskyy: Undang Ke G20 Bali, Cari Solusi Damai, Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Kain Tenun sutra Mandar Sureq Marasa yang dikenakan Menparekraf Sandiaga saat membuka 1st Tourism Working Group secara daring ini adalah motif tenun baru dari Sulawesi Barat, yang merupakan gagasan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat.

Menparekraf menyampaikan bahwa Kain Sureq Marasa salah satu produk ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pengrajin yang mayoritas dilakukan oleh ibu-ibu daerah pesisir Sulawesi Barat.

Baca Juga: Dua Event Jakarta Masuk Top 10 Kharisma Nusantara 2022 Kemenparekraf

"Tenun Sutra Sureq Marasa dibuat dengan proses handmade dan ditenun dengan alat tradisional yang keseluruhannya dilakukan oleh tenaga manusia, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi," ujar Menparekraf.

Sementara itu, syal yang dikenakan Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh, dan Co Chair of Tourism Working Group, Iman Santosa merupakan songkek khas Manggrai, NTT, ini adalah kain tenun yang wajib dikenakan saat acara-acara adat. Antara lain saat kenduri (penti), membuka ladang (randang), hingga saat musyawarah (Nempung).

Motif yang dipakai pun tidak sembarang. Setiap motif mengandung arti dan harapan dari orang Manggarai dalam hal kesejahteraan hidup, kesehatan, dan hubungan, baik antara manusia dan sesamanya, manusia dengan alam maupun dengan Sang Pencipta.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kegiatan di Alam Bebas, Bukan Hanya Milik Kaum Muda

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 21:36 WIB

Bali Siap Sambut Puluhan Negara Peserta Kongres DWP

Jumat, 26 Agustus 2022 | 16:48 WIB

Wisata Alam Malang, Coban Rondo

Selasa, 23 Agustus 2022 | 16:55 WIB
X