• Jumat, 1 Juli 2022

Menparekraf Dorong Ekosistem Ekonomi Digital Kreatif, Seperti Aplikasi Supermom

- Jumat, 22 April 2022 | 12:51 WIB
Dialog webinar ekonomi digital kreatif Supermom (Ist)
Dialog webinar ekonomi digital kreatif Supermom (Ist)

SUARAKARYA.ID: Supermom dari ibu dan untuk ibu. Tujuan awal didirikannya berfokus pada kebutuhan ibu yang memiliki misi untuk memberdayakan para ibu untuk dapat hidup secara lebih cerdas dan baik.

Supermom percaya bahwa ibu lebih pintar bersama melalui teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).

Sejalan dengan misi Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif (Kemenparekraf), di mana Kemenparekraf berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital kreatif sebagai pilar utama ekonomi bangsa, dalam upaya kebangkitan ekonomi setelah pandemi yang terjadi selama dua tahun ini.

Baca Juga: Kartini Milenial, Letda Ida Ayu Damayanti, Teknisi Pesawat F-16 Wanita Pertama

Baca Juga: Kartini Milenial, Lina Ozora Sopir Bus AKAP Jakarta-Wonogiri

Hal ini dinyatakan oleh Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, Sandiaga Uno, pada peluncuran aplikasi Supermom yang merupakan aplikasi pemberi rekomendasi dan pembanding harga produk keluarga, pada Rabu, 20 April 2022 secara daring.

“Tahun 2021, ekonomi digital kita mencapai USD 70 milyar dan bertumbuh signifikan 49%. Sampai tahun 2025 diprediksi mencapai USD 146 milyar, tumbuh 20% annual growth rate. Aplikasi Supermom merupakan salah satu bentuk transformasi digital dalam peningkatan literasi digital bagi kaum perempuan, khususnya para ibu. Momentum ini luar biasa, karena berkaitan dengan Hari Kartini dan Supermom Indonesia menunjukkan bahwa komunitas semakin penting perannya dalam pengembangan peningkatan ekosistem ekonomi digital karena komunitas Supermom ini merupakan wadah bagi pemberdayaan perempuan,”ujar Sandiaga Uno dalam pidatonya saat peluncuran SuperMom, belum lama ini.

Selain itu, Sandiaga Uno juga mengapresiasi hadirnya aplikasi Supermom sebagai platform pemberi rekomendasi dan pembanding harga produk keluarga yang bisa membantu para ibu yang terkenal price sensitive dalam membandingkan harga.

Memang selama pandemi, Ibu lebih banyak terpecah fokusnya, ketika harus memastikan kebutuhan anak juga suami yang berada di rumah hampir selama 24 jam. Situasi yang harus bisa disikapi secara cerdas oleh seorang ibu, termasuk dalam hal berbelanja produk keluarga secara daring.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ruben Onsu Dilarikan Ke Rumah Sakit Lagi

Senin, 27 Juni 2022 | 08:44 WIB
X