• Sabtu, 20 Agustus 2022

Kepri Melirik Potensi Teknologi Pengalengan Okwi Food, Siap Dukung UMKM Go Ekspor

- Rabu, 9 Februari 2022 | 00:37 WIB
Dr. Hardi Julendra, S. Pt M.Sc selaku Plt. Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada K/L UMKM dan Masyarakat BRIN menjelaskan proses pengawetan secara fisika potensi teknologi pengalengan Okwi Food yang dibesut Ahmad Dwiyanto kepada Riki Rionaldi, S.STP, M.Si selaku Sekretaris Disperindag Kepri saat melakukan peninjauan pabrik yang berkomitmen dukung UMKM Go Ekspor (AG Sofyan)
Dr. Hardi Julendra, S. Pt M.Sc selaku Plt. Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada K/L UMKM dan Masyarakat BRIN menjelaskan proses pengawetan secara fisika potensi teknologi pengalengan Okwi Food yang dibesut Ahmad Dwiyanto kepada Riki Rionaldi, S.STP, M.Si selaku Sekretaris Disperindag Kepri saat melakukan peninjauan pabrik yang berkomitmen dukung UMKM Go Ekspor (AG Sofyan)

BOGOR: CEO Okwi Food Indonesia Ahmad Dwiyanto merasa senang lantaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bisa lebih mudah untuk melakukan ekspor kuliner dengan bantuan teknologi pengalengan. 
 
Teknologi pengemasan kaleng akan memudahkan pelaku UMKM untuk membuat kuliner bisa bertahan di suhu ruang selama satu tahun. 
 
”Jika selama ini yang terjadi banyak produk kuliner bersantan hanya dapat bertahan untuk bisa dikonsumsi dalam itungan 8-10 jam saja dalam suhu ruang. Namun kali ini dengan bantuan teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bisa tahan hingga satu tahun, tanpa tambahan MSG dan tambahan bahan
pengawet," ujar Ahmad Dwiyanto di sela-sela Rapat Koordinasi Pembinaan UMKM di Gedung Pusat Pemanfaatan dan Inovasi
Iptek Cibinong pada saat kunjungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Bogor, Jawa Barat.
 
 
Upaya sosialisasi dan literasi teknologi pengalengan makanan oleh Okwi Food ini bersamaan dengan misi Indonesia dalam
Spice Up The World yang dicanangkan sebagai program strategis pemerintah dengan tujuan meningkatkan ekonomi secara masif. Tak hanya produsen bahan baku rempah saja yang bisa ekspor, namun juga pelaku UMKM di
bidang kuliner akan banyak yang turut serta.
 
Hal ini tentunya akan menjadi kabar baik baik pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner.
 
Lantas bagaimana dapat dijamin bahwa kemasan kaleng produk kuliner UMKM ini bisa diawetkan tanpa tambahan bahan pengawet tertentu. 
 
 
Dr. Hardi Julendra, S. Pt M.Sc selaku Plt. Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada K/L UMKM dan Masyarakat menjelaskan supaya makan makanan bisa awet, tentunya perlu melewati berbagai proses pengawetan. 
 
"Bisa menggunakan pengawetan kimia dengan penambahan bahan aditif tertentu, bisa juga menggunakan pengawetan secara biologi melalui fermentasi dengan menambahkan berbagai bakteri baik tertentu. Selain itu, ada pula pengawetan secara fisika yang disarankan BRIN untuk digunakan. Juga ada pengawetan fisika, bagaimana kita mensterilkan bahan-bahan tertentu melalui proses fisika. Panas misalnya, kita melakukan proses pemanasan suatu makanan sehingga bakteri-bakteri bisa tidak tumbuh di makanan tersebut. Proses pengalengan yang kita lakukan dengan teknologi, menggunakan proses pengawetan fisika," urai Dr. Hardi Julendra.
 
Bertepatan dengan peristiwa tersebut Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H. Ansar
Ahmad menunjuk Disperindag Provinsi Kepri yang diwakili oleh Riki Rionaldi, S.STP, M.Si selaku Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri melakukan peninjauan lapangan terkait rencana pengadaan teknologi senilai 1,4 Miliar sebagai angka anggaran tahun 2022.
 
 
Riki Rionaldi mengatakan Program UMKM Go Digital Go Export dengan melakukan satu wujud nyata dukungan kepada UMKM melalui koperasi produk kulinernya dapat disterilisasi melalui pengalengan agar produknya bisa bertahan di atas satu tahun. Bisa dilakukan melalui pengalengan, bisa pouch packaging agar produk-produk tradisional food Kepulauan
Riau ini bisa tidak hanya sebagai buah tangan saja alias oleh-oleh tapi juga bisa memenuhi selera konsumen di daerah-daerah potensi ekspor untuk meningkatkan nilai ekspor non
migas Kepri.
 
Adanya pengembangan teknologi sterilisasi (canning and pouch) ini tentunya akan menjadi harapan baru bagi pelaku UMKM di bidang kuliner. Kuliner bisa memiliki masa simpan yang panjang, bisa diekspor dan tentunya
memiliki nilai tambah ekonomi.***
 
 
 

Editor: Agoes Sofyan, SH.MM

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resep Gado Gado Mantap Ala Chef Yongki Gunawan

Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:06 WIB

Resep Asinan Buah Bikin Nagih ala Rudy Choirudin

Senin, 8 Agustus 2022 | 13:08 WIB

Resep Soto Padang Berkuah

Kamis, 4 Agustus 2022 | 04:52 WIB

Ini Resep Bubur Ayam dengan Rasa Maknyus

Rabu, 27 Juli 2022 | 09:28 WIB
X