• Minggu, 2 Oktober 2022

Pemerintah Dorong Vaksinasi Sebagai Upaya Intervensi Omicron

- Senin, 10 Januari 2022 | 22:20 WIB
Istimewa
Istimewa

 

“Data menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kasus Omicron di Indonesia berlangsung cepat,” tandas Johnny seraya menyebutkan bahwa setiap pihak juga perlu memperhatikan pertambahan jumlah kasus transmisi lokal yang ada.

 

“Dari 414 orang, mayoritas memang pelaku perjalanan luar negeri, namun sebanyak 31 di dalamnya merupakan kasus transmisi lokal. Ini berarti proses penularan sudah terjadi di tengah masyarakat,” papar Johnny, “artinya, meski tidak ke mana-mana, kita tetap berisiko tertular. Jadi upaya intervensi harus tetap dilakukan,” imbuhnya.

 

Salah satu upaya intervensi dimaksud, adalah vaksinasi. “Terbukti, vaksinasi berperan penting agar terhindar dari gejala sakit berat saat terinfeksi virus Covid-19, termasuk pada Omicron,” ujar Menkominfo.

Karena itu, kata Johnny, pemerintah meminta masyarakat menyegerakan vaksinasi. “ Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, vaksin masih menjadi senjata ampuh mencegah dan melawan COVID-19, bersama dengan 3M, 3T, dan sirkulasi udara yang baik,” tegasnya.

Seluruh bangsa telah bekerja keras menjalankan akselerasi vaksin C-19 dan masih terus berlangsung. Per tanggal 9 Januari 2022, sudah lebih dari 170 juta penduduk Indonesia mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan lebih dari 116 juta di antaranya sudah mendapatkan dosis lengkap.

Capaian tersebut menjadikan Indonesia masuk jajaran 5 besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia.

Adapun terkait vaksinasi penguat atau booster yang diperlukan untuk meningkatkan kembali efektivitas vaksin, mencegah penularan varian Omicron, dan mengendalikan laju COVID-19, Johnny mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga akan segera dimulai.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB
X