• Sabtu, 29 Januari 2022

Aman Dan Efektif, Pemerintah Ajak Masyarakat Lakukan Vaksinasi Booster

- Jumat, 7 Januari 2022 | 18:59 WIB
Istimewa
Istimewa

JAKARTA: Masyarakat harus percaya bahwa  vaksinasi Booster pasti akan efektif mengantisipasi ancaman varian Omicron. Karena Vaksinasi Booster memang aman dan ekektif. Maka Pemerintah ajak masyarakat lakukan vaksinasi Booster.

 Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak masyarakat mengambil kesempatan menerima vaksinasi booster karena terbukti aman dan efektif meningkatkan imunitas tubuh. Ia menegaskan, di tengah munculnya berbagai varian mutasi baru COVID-19, perlindungan kesehatan masyarakat adalah hal utama yang harus tetap terjaga.

“Vaksin booster aman dan efektif meningkatkan imunitas tubuh. Mari kita ambil kesempatan menerima vaksin dosis ketiga ini sebagai ikhtiar menjaga kesehatan, di tengah munculnya berbagai varian baru COVID-19. Tentu saja, tetap berdampingan dengan upaya disiplin protokol kesehatan,” ujar Johnny, Kamis (6/1/2021).

Terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sering kali menjadi perhatian masyarakat, Johnny menjelaskan bahwa berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan pemerintah, pemberian vaksin booster pada subyek penelitian sejauh ini tidak menunjukkan efek samping atau KIPI yang berat.

Sedangkan untuk waktu pemberian booster atau vaksin dosis ketiga tersebut, pemerintah merekomendasikan minimal enam bulan setelah suntikan vaksin COVID-19 dosis kedua.

Presiden telah memutuskan bahwa pemberian vaksinasi booster akan segera dilakukan. “Sesuai arahan Presiden, program vaksinasi booster untuk COVID-19 direncanakan mulai pada 12 Januari mendatang,” tutur Johnny seraya menambahkan bahwa program vaksinasi booster akan berlangsung melalui 2 skema, yaitu gratis dan berbayar.

Lebih lanjut ia memaparkan, bagi para lanjut usia dan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, vaksinasi booster dapat diberikan secara gratis. Sedangkan skema berbayar berlaku bagi kategori di luar PBI, yaitu warga non lansia yang tidak ikut BPJS Kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, vaksin booster terlebih dahulu diberikan kepada populasi berusia di atas 18 tahun dan berdomisili di kab/kota yang telah memenuhi cakupan vaksin dosis pertama 70% dan dosis kedua minimal 60% dari jumlah penduduk. Di dalamnya, kelompok rentan seperti lansia tetap menjadi prioritas.

“Total, ada 244 kab/kota yang siap memulai vaksin booster,” imbuh Johnny.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

Warga Diimbau Bantu Turunkan Angka Penularan Covid 19

Selasa, 25 Januari 2022 | 00:29 WIB
X