• Jumat, 19 Agustus 2022

Sidang Dewan Pers, Majalah Keadilan Dinyatakan Melanggar Kode Etik Jurnalistik

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:39 WIB
Dewan Pers menyatakan Majalah Keadilan melanggar kode etik jurnalistik karena memberitakan  kasus terkait advokat Alvin Lim yang tidak berimbang.
Dewan Pers menyatakan Majalah Keadilan melanggar kode etik jurnalistik karena memberitakan kasus terkait advokat Alvin Lim yang tidak berimbang.

JAKARTA: Pemberitaan majalah Keadilan Edisi 71 berjudul "Perkara Alvin Lim seperti Duri dalam daging" dan ". ..Kemungkinan JPU menerima sesuatu." dimuat oleh majalah Keadilan dengan tidak berimbang yaitu tidak diberikan hak jawab,  berisi fitnah, hoax dan muatan pencemaran nama baik tanpa menghargai azas praduga tidak bersalah.

Sehingga Alvin Lim langsung mengajukan aduan Dewan Pers tentang pemberitaan. Hasilnya Dewan Pers menyatakan bahwa majalah Keadilan melanggar pasal 3 ayat 1 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan memerintahkan majalah Keadilan untuk meminta maaf.

"Kami lampirkan Surat Dewan Pers agar masyarakat bisa lihat oknum majalah Keadilan pimpinan Panda Nababan,  memuat berita sampah, hoax dan tidak mengikuti Kode Etik Jurnalistik (KJE). Parahnya, ternyata perusahaan majalah Keadilan tidak terdaftar Dewan Pers dan tidak memiliki Sertifikat Kompentensi Wartawan Utama sebagaimana ketentuan yang mengatur awak Pers," kata Kepala Bidang Humas LQ Indonesia Sugi kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

Bagaimana oknum majalah Keadilan menghakimi seorang Lawyer  apalagi sekelas Advokat Alvin Lim,  pendiri LQ Indonesia Lawfirm yang adalah aparat penegak hukum, sedangkan yang menghakimi  majalah Keadilan berisi sampah dan hoax yang berisi kepentingan pribadi sang oknum.

"Hati-hati dan hindari membaca majalah Keadilan karena isinya bukan hanya membodohi namun melanggar etika yang berlaku," ujar  Sugi.

Bagi korban oknum media bisa menghubungi LQ di 0818-0489-0999. Berikut Hak Jawab/Hak Koreksi Pengadu Alvin Lim. Berdasarkan pernyataan penilaian dan rekomendasi Dewan Pers No 43/PPR-DP/XII/2021 tentang Pengaduan Alvin Lim terhadap majalah hukum dan politik Keadilan Indonesia. Dewan Pers secara tertulis menyatakan bahwa majalah Keadilan telah melanggar Kode Etik Jurnalistik pasal 3 ayat 1, karena tidak melakukan konfirmasi, tidak berimbang dan memuat opini menghakimi.

Oleh karena itu jelas agar masyarakat bisa menilai bagaimana majalah Keadilan memuat berita hoax, bermuatan pencemaran nama baik dan menyudutkan Alvin Lim yang adalah seorang advokat seolah sebagai kriminal dan diasosiasikan dengan kliennya.

Majalah Keadilan bukan hanya tidak profesional namun, perlu diketahui bahwa pimpinan redaksi majalah Keadilan Panda Nababan pernah terlibat kasus PT FNS yang dimenangi oleh Advokat Alvin Lim, dan karena Panda Nababan berada dipihak yang kalah langsung memuat 10 halaman yang isinya seolah-olah Alvin Lim menyogok hakim untuk menang (Edisi 64, majalah Keadilan).

Sejak saat itu berkali-kali majalah Keadilan memuat berita yang isinya menjelekkan dan berisi opini di mana seharusnya tugas jurnalistik adalah meliput kejadian, bukan membuat opini.

Halaman:

Editor: Yon Parjiyono

Terkini

X