• Selasa, 25 Januari 2022

Perusahaan Dan BUMN Yang Pekerjakan Penyandang Disabilitas Memperoleh Penghargaan

- Selasa, 30 November 2021 | 19:49 WIB
Menaker Ida Fauziyah (kiri) dengan seorang pekerja penyandang disabilitas. (foto, ist)
Menaker Ida Fauziyah (kiri) dengan seorang pekerja penyandang disabilitas. (foto, ist)

JAKARTA: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, memberikan penghargaan pada 9 perusahaan dan 3 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang mempekerjakan penyandang disabilitas tahun 2021, di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Pemberian penghargaan ini disaksikan oleh Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia dan Diaz Hendropriyono. Dalam sambutannya, Menaker mengatakan, hak penyandang disabilitas merupakan isu lintas sektor, yang penanganannya memerlukan kerja sama dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta di pusat maupun di daerah.

"Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesetaraan, kesempatan, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan membangun infrastruktur yang makin akomodatif," tuturnya.

Untuk menciptakan lingkungan yang aksesibel bagi disabilitas. Sehingga, memungkinkan penyandang disabilitas mengakses pendidikan, kesehatan, serta pekerjaan.

Menaker menegaskan, Kemnaker akan senantiasa menyertakan keberpihakan isu ketenagakerjaan inklusif, dalam setiap program dan kebijakan melalui 9 Lompatan Kemnaker. Hal itu, mengingat disabilitas telah menjadi isu yang terus dikedepankan dalam tata kehidupan bernegara.

Dalam seluruh forum kerja sama regional maupun internasional, seperti, PBB, G-20, Asia Pacific, maupun ASEAN. "Sebagaimana kita ketahui, isu pasar tenaga kerja inklusif dan kuota kerja bagi penyandang disabilitas ini menjadi salah satu isu prioritas pada pertemuan G20," terangnya.

Dia menyatakan, kondisi kerja penyandang disabilitas juga menjadi perhatian besar. Berdasarkan data WHO dan World Bank Report on Disability tahun 2011, lebih dari 15 persen dari total populasi global atau setara dengan 1 miliar orang hidup dengan disabilitas, dan 3 persennya adalah orang-orang yang menyandang disabilitas cukup serius.

Jumlah yang tinggi tersebut, katanya, menunjukkan masalah ini membutuhkan perhatian semua pihak. Untuk memberikan mereka akses peningkatan keterampilan dan akses pasar tenaga kerja yang lebih luas, serta perlindungan yang memadai di tempat kerja.

Sehingga, penyandang disabilitas memiliki daya saing dan produktivitas yang setara di pasar kerja lokal maupun global. "Dengan demikian, kelompok masyarakat disabilitas memiliki peran dan kontribusi yang sama dalam proses pembangunan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

Warga Diimbau Bantu Turunkan Angka Penularan Covid 19

Selasa, 25 Januari 2022 | 00:29 WIB

Warga Pedesaan Lwbih Makmur Dibanding Warha

Senin, 17 Januari 2022 | 21:48 WIB
X