• Sabtu, 29 Januari 2022

Kemnaker Terus Matangkan Persiapan Penempatan PMI Ke Taiwan

- Selasa, 9 November 2021 | 19:36 WIB
Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono, (foto, ist)
Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono, (foto, ist)

BEKASI: Untuk terus mematangkan skema Penempatan dan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan pertemuan secara virtual bersama BP2MI, KDEI, Pemerintah Taiwan dan TETO.

Pertemuan itu merupakan tindaklanjut hasil rangkaian Roadshow Oktober lalu, ke P3MI/ LPK-LN, yang ada di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur, dilakukan bersama Kantor Staf Presiden, BP2MI, serta perwakilan TETO (The Taipei Economic and Trade Office),

"Pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat penting bagi kedua pihak baik Indonesia maupun Taiwan," ungkap Dirjen Binapenta dan PKKbSuhartono, pada pertemuan Joint Task Force Indonesia - Taiwan secara virtual di Bekasi, Selasa (9/11/2021).

Dia menjelaskan terkait upaya dan progress yang telah dicapai, Pemerintah Indonesia untuk memenuhi beberapa persyaratan Otoritas Taiwan. Di antaranya 1) angka pertambahan kasus Covid-19 harus 5000 per hari selama 7 hari.

2). Menitik beratkan pada perbaikan pedoman pencegahan wabah. Yaitu tes PCR untuk calon PMI sebelum diproses pada Kantor Perusahaan PenempatanPekerja Migran Indonesia (P3MI)/Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) dan dilakukan tes PCR kembali tiga hari sebelum keberangkatan ke Taiwan, serta karantina 1 orang per kamar.

3). Pemerintah Indonesia melakukan pengecekan lapangan kepada P3MI/BLK-LN dengan berkoordinasi bersama TETO. Untuk memastikan lembaga penempatan tersebut sudah mematuhi protokol kesehatan.

4). Menunjuk 50 Rumah Sakit/ Laboratorium pelaksana Polymerase Chain Reaction Test (PCR Tes).

"Selain itu, kami juga ingin menyampaikan kepada Otoritas Taiwan, terkait progress pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 Pemerintah Indonesia. Per 7 November 2021, sebanyak 204 juta warga negara Indonesia telah menerima vaksin Covid-19," terangnya.

Tentunya, lanjut dia, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Angka itu hampir mencapai target Pemerintah Indonesia. Yaitu 208 juta untuk mencapai Herd Immunity di tingkat nasional.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

Warga Diimbau Bantu Turunkan Angka Penularan Covid 19

Selasa, 25 Januari 2022 | 00:29 WIB
X