• Senin, 27 Juni 2022

Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 CPMI Non Prosedural

- Sabtu, 19 Juni 2021 | 21:05 WIB
Para CPMI yang akan dikirim ke Timur Tengah. (foto,ist)
Para CPMI yang akan dikirim ke Timur Tengah. (foto,ist)

JAKARTA: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berhasil menggagalkan pengiriman 11 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non prosedural, yang direkrut dan akan diberangkatkan oleh orang perseorangan sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Timur Tengah.

Tim Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Satgas PPMI) dari Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia dan Pengawas Ketenagakerjaan, Kemnaker, melakukan Inspeksi Mendadak, di Halim Perdanakusuma, Makassar, Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Pada kesempatan itu, Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono menjelaskan, 11 CPMI yang akan dikirimkan ke Timur Tengah ini, dijanjikan pekerjaan dengan upah yang tinggi dan kemudahan dalam mengurusi prosesnya. Dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada, jika ada pihak-pihak yang merayu untuk bekerja ke luar negeri dengan mudah.

"Apalagi untuk bekerja ke luar negeri sebagai PLRT di negara Timur Tengah. Pastikan, informasi penempatan PMI ke luar negeri didapatkan atau diklarifikasi sebelumnya melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi atau Kabupaten/Kota setempat," tuturnya.

Para pencari kerja, terangnya, dapat mengakses karir hub melalui aplikasi Sisnaker, yang tersedia pada smartphone android. Untuk mencari segala informasi tentang ketenagakerjaan.

Di bagian lain, Koordinator PPMI, Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia, Ridho Amrullah menerangkan, Sidak dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, terdapat CPMI yang akan di berangkatkan ke Timur Tengah.

"Kami mendapat informasi bahwa para CPMI akan dikirim ke negara Irak dan Uni Emirat Arab, yang ditampung pada dua kamar kos berlantai dua,” jelas Ridho.

Dikatakannya, 11 CPMI yang akan dikirim ini tidak dilengkapi dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan. Sehingga, membuat pelindungan terhadap mereka menjadi rentan.

Ke 11 CPMI tersebut berasal dari berbagai daerah. Yakni Bangka Belitung, Madiun, Pandeglang, Musi Banyuasin Sumsel, Karawang, Sukabumi, Papua, Lampung Utara, Bandung, Purbalingga, serta Cilegon.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

287 PMI Ke Jepang Melalui Program G to G 

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:20 WIB
X