• Selasa, 16 Agustus 2022

Geopark Maros Pangkep Diperjuangkan Gabung Global Geopark UNESCO

- Minggu, 2 Agustus 2020 | 18:36 WIB

MAKASSAR: Komisi Nasional Indonesia untuk United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau KNIU melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemendikbud), secara resmi mengajukan surat permohonan agar Geopark Maros Pangkep untuk bisa bergabung dengan Global Geopark UNESCO.

"Kami baru menerima info dari KNIU tadi malam. Dari beberapa berkas yang kami telah dipersiapkan sudah memenuhi syarat dan dapat dikirimkan ke Sekeretariat UNESCO," ujar General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan, Ahad.

Ia sangat bersyukur atas respon dari pemerintah pusat melalui
Ketua Harian KNIU Kemendikbud, Prof Arief Rachman yang telah memfasilitasi surat pengajuan itu, ditujukan kepada Sekretaris International Geoscience and Geoparks Programme (IGGP) UNESCO di Paris, Prancis.

Selain itu, ia pun mengapresiasi proses penyusunan dokumen yang dikumpulkan itu tidak lepas dari peran semua pihak yang telah mendukung penuh kerja Badan Pengelola (BP) Geopark Maros Pangkep. Sebab, Geopark Maros Pangkep telah diinisiasi sejak tahun 2015 oleh para stakeholder yang ikut berperan didalamya.

Beberapa pemangku kepentingan kawasan tersebut seperti alumni Geologi Unhas, Departemen Geologi, Arkeologi, Kehutanan, Unhas, Penggiat Lingkungan dan Karst, Unhas, Taman Nasional Bantimurung- Bulusaraung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Balai Pelestarian Cagar Budaya, serta Komunitas Pecinta Alam dan Gua.

"Pastinya ini kabar baik bagi seluruh pihak yang memiliki peran penting dalam terciptanya Geopark Nasional Maros Pangkep, dan menambah semangat untuk terus bersinergi dengan pihak pemerintah, baik dari tingkat pusat maupun daerah yang terlibat," katanya.

Melalui pengajuan ke UNESCO itu, lanjut Dedy, tidak lepas dari ditetapkannya Geopark Maros Pangkep sebagai Geopark Nasional oleh pemerintah pusat pada November 2017, kemudian ditetapkan Gubernur melalui Surat Keputusan (SK) Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep.

"BP Geopark Nasional Maros Pangkep ini terdiri dari para stakeholder secara aktif berkoordinasi melakukan sosialisasi, melaksanakan kegiatan, dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, community based tourism, ekonomi berkelanjutan, edukasi dan konservasi di kawasan Maros dan Pangkep," kata dia menjelaskan.
Objek pemandangan dalam wilayah pulau yang masuk Geopark Maros Pangkep yang diusulkan masuk bergabung dengan Global Geopark UNESCO. FOTO/HO/Dok. Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Denny Irawan Saardi mengatakan, telah dilakukan tahap pra pengusulan dengan mengirim Self Assessment oleh tim BP Geopark dan penguatan Surat Gubernur tersebut ditujukan kepada Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) tentang Usulan Geopark Nasional Maros Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark.

"Hal ini selanjutnya ditindaklanjuti pemerintah pusat melalui surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia untuk diajukan ke Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO," katanya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

Wisata Bandung Paling Hits dan Favorit Wisatawan

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:23 WIB

Devoyage Bogor, Wisata Dengan Nuansa Ala Eropa

Jumat, 12 Agustus 2022 | 23:11 WIB
X