Misi Kemanusiaan Tim Yellow Clinic Harapkan Pemerintah Selesaikan Masalah Akses Pulau Terluar Indonesia

- Senin, 10 Oktober 2022 | 07:56 WIB
Misi kemanusiaan Tim Yellow Clinic mengharapkan pemerintah dapat menyelesaikan masalah akses Pulau Terluar Indonesia setelah Tim YC turun ke Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai yang merupakan daerah terluar Indonesia  (AG Sofyan )
Misi kemanusiaan Tim Yellow Clinic mengharapkan pemerintah dapat menyelesaikan masalah akses Pulau Terluar Indonesia setelah Tim YC turun ke Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai yang merupakan daerah terluar Indonesia (AG Sofyan )
 
 
SUARAKARYA.ID: Bentang wilayah Indonesia yang luas, membuat banyak daerah yang belum memiliki akses secara optimal. Salah satunya adalah wilayah Kepulauan Mentawai, yang diguncang gempa pada akhir Agustus lalu.
 
Keprihatinan kepada para korban bencana gempa, mendorong Airlangga Hartarto selaku Ketua Yayasan Cipta Karya Medika Airlangga Hartarto melalui Ketua Yellow Clinic (YC) Dwihartanto dan Sekretaris YC dr. Linda Lukitari Waseso. mengutus Tim Yellow Clinic untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Siberut Barat. Daerah yang terpapar gempa cukup parah.
 
 
Tentunya perintah ini menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Yellow Clinic, yang diketuai oleh dr. G. Ayu Amelinda Hanjani
 
Bagaimana tidak, kendala sudah muncul bahkan sebelum perjalanan di mulai. Saat perintah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto diturunkan pada tanggal 13 September 2022, Tim Yellow Clinic sudah menghadapi tantangan dalamBaca Juga: Lirik Lagu Joko Tingkir Versi Sholawat dan Artinya hal transportasi laut. Pasalnya, kapal ferry yang berangkat ke Mentawai hanya tersedia sepekan hanya dua kali perjalanan. Itu pun jika kondisi gelombang laut dan badai masih bisa "bersahabat" dengan para avonturir.
 
 
Maka bersyukur Tim YC pada Minggu (18/9/2022) bisa menyebrang dari Padang ke Kepulauan Mentawai lalu menuju Siberut Barat.
 
(Tim Yellow Clinic harus menembus gelombang laut dengan menggunakan kapal Ferry kecil ke lokasi gempa di Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai untuk memberikan pelayanan kesehatan cuma-cuma )
 
"Kapal Ferry itu baru ada pada hari Minggu. Jadi Sabtu kita berangkat dari Jakarta dan pada hari Minggu berlayar ke Mentawai," ujar dr. Ayu Amelinda kepada suarakarya.id.
 
 
Perjalanan dari Mentawai pun tidak bertambah mudah, karena Siberut Barat merupakan wilayah terujung dari Mentawai yang langsung bersinggungan dengan Samudera Hindia. Sehingga bisa dibayangkan betapa menantangnya perjalanan menurut Siberut Barat itu bagi 4 orang relawan dari Yellow Clinic, yang terdiri dari dua dokter dan dua perawat.
 
"Kendalanya adalah tak ada dermaga di sana. Sehingga kapal yang menuju dan pergi dari Siberut Barat harus dihela oleh masyarakat saat hendak berlayar," tutur dr. Ayu.
 
 
Perjalanan ini sangat penting, mengingat selama ini bantuan hanya berhenti di Betaet. Lagi pula, bantuan yang dikirimkan bagi para korban bencana hanyalah obat ke Betaet. Tapi belum ada pengiriman obat maupun peralatan medis ke Siberut Barat. Apalagi petugas medis yang bisa membantu layanan kesehatan di daerah terdampak tersebut sangat minim.
 
Layanan kesehatan Tim Yellow Clinic ini dinyatakan sangat berharga bagi masyarakat Siberut Barat. Karena Yellow Clinic adalah tim inisiator dan pionir yang menyisir setiap dusun di Siberut Barat yang terdampak gempa.
 
 
Ketua Tim Yellow Clinic (YC) Bencana Gempa Mentawai, dr.
 
Dampak gempa, dinyatakan telah merusak sarana pendidikan, sarana kesehatan dan sarana sosial lainnya yang ada di dusun tersebut. Gedung Puskesmas pun mengalami retak parah, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk pasien dan pencari layanan kesehatan di dalam gedung untuk jangka waktu lama. 
 
Sambutan masyarakat merupakan pengobat rasa lelah yang dirasakan para anggota Tim Yellow Clinic. Dan perjalanan ini, juga menjadi pembuka cerita atas kurangnya akses infrastruktur  bagi masyarakat di Siberut Barat. Baik akses kesehatan, pendidikan maupun komunikasi secara daring yang mengandalkan akses internet.
 
 
Tanpa bencana saja, transportasi baik darat maupun laut tidak lah gampang. Apalagi paska bencana, perjalanan yang harus dijalani Tim Yellow Clinic sungguh sangat menantang. Fenomena alam pun tak menciutkan nyali untuk satu tekad harus sampai ke lokasi terdampak bencana gempa paling parah. Tim Yellow Clinic harus mengalami badai dengan angin kencang dan air laut pasang saat berada di lokasi pengungsian.
 
dr. Ayu menyatakan sangat mengharapkan paska gempa ini, pemerintah bisa lebih memerhatikan akses pada daerah-daerah terluar Indonesia. Bukan hanya di Siberut Barat tapi juga pada semua wilayah Indonesia.
 
 
Karena tak tertutup kemungkinan, kesulitan akses yang dialami masyarakat Mentawai pada umumnya dan masyarakat Siberut Barat pada khususnya juga dialami oleh masyarakat di pulau terluar Indonesia lainnya. ***

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: Liputan langsung narasumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tuan Guru Kocak ini Pimpin DPD Bamusi NTB

Selasa, 24 Januari 2023 | 18:59 WIB
X