• Rabu, 30 November 2022

Firli Dituduh Jegal Anies, Pengamat: Berlebihan dan Tidak Berdasar

- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan




SUARAKARYA.ID: Saat ini ada beberapa aktor politik berpendapat di ruang publik seolah menuduh KPK bermanufer menjegal Anies Baswedan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Ketua KPK Firli Bahuri dituding ngotot menersangkakan Anies Baswedan dalam kasus Formula E.

"Pandangan ini saya pastikan sebagai framing politik menuju Pemilu 2024. Sebab, pesan komunikasi politik yang dilontarkan aktor politik dipastikan didorong oleh kepentingan politik yang bersangkutan. Karena itu berpotensi menimbulkan manipulasi persepsi publik," kata komunikolog dalam pernyataanya kepada media, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Respon Saran Ketua KPK Firli Bahuri, MA Langsung Benahi Sistem Peradilan dan Kelembagaan

Emrus memastikan KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri terus bekerja atas dasar UU. Institusi ini tidak pernah tunduk pada kekuasaan apapun, termasuk pengaruh dari pusat kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. 

Sejumlah bukti dapat dikemukakan bahwa KPK bekerja imparsial. Jangankan gubernur,  dua menteri dari kader dua partai papan atas dan berkuasa saat ini, sudah divonis terbukti sah melakukan tindak pidana korupsi.

Bahkan baru-baru ini seorang hakim agung sedang menjalani tahapan proses di KPK karena diduga kuat terlibat tindak pidana korupsi. 

Baca Juga: Ketua KPK Firli Bahuri, Bahaya Laten Korupsi Harus Diberantas Sampai ke Akar-akarnya

"Jadi, sama sekali tidak ada tebang pilih atau pilih tebang penegakan hukum dalam rangka pemberantasan korupsi di tanah air oleh KPK," kata Emrus.

"Kepemimpinan Firli Bahuri, saya melihat, KPK tidak pernah menarget sosok tertentu diproses atas dugaan tindak pidana korupsi, kecuali karena ada cukup bukti hukum keterlibatan dugaan tindak pidana korupsi," ujarnya. 

Emrus mengatakan, pandangan bahwa KPK ingin menjegal pencapresan Anies sangat berlebihan, dan cenderung tidak berdasar, karena pendapat mereka tidak disertai fakta, data dan bukti hukum yang kuat.

Para aktor politik tersebut ditengarai sedang melakukan politisasi penegakan hukum di ruang publik. 

Baca Juga: Masyarakat Desa Minta Ketua KPK Firli Bahuri Perluas Pembentukan Desa Antikorupsi

Oleh karena itu, wacana tersebut selain tidak melakukan pendidikan kesadaran hukum yang benar kepada masyarakat dipastikan juga berpotensi mengganggu dalam upaya kita bersama KPK memberantas korupsi di tanah air dan menjadikan hukum sebagai panglima di negeri kita sebagai negara demokrasi.

"Perlu harus kita sadari bersama bahwa mengurai" dugaan keterlibatan seseorang melakukan tindak pidana korupsi, tidak semudah seolah menuduh ada manuver menjegal Anies Baswedan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024," tutur akademisi Universitas Pelita Harapan. 

Baca Juga: Ketua KPK: Korupsi Itu Permasalahan Bangsa, Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sebab, untuk menetapkan seseorang menjadi saksi, dan atau tersangka dan atau terdakwa dalam dugaan tindak pidana korupsi saja, KPK pasti berkerja prudent tanpa mengenal waktu dengan mengerahkan SDM ASN dari hasil test wawasan kebangsaan (TWK)  yang ada di KPK dengan penggunaan dana yang sangat terbatas dan transparan untuk mencari serta memperoleh bukti awal yang sangat memadai. 

"Intinya, biarkan KPK bekerja profesional, objektif dan netral demi pemberantasan korupsi yang sudah menjadi kejahatan luar biasa di Indonesia. Oleh sebab itu, sejatinya semua komponen bangsa mendukung KPK," ucap Emrus.

Untuk itu, ia mengingatkan agar jangan ada elit politik di negeri ini mencoba-coba mengganggu atau mempolitisasi semua peran, fungsi dan tugas KPK dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca Juga: Bongkar Korupsi Di Pemda DIY, Kinerja Firli Bahuri Diapresiasi

"Selain itu, untuk memberi pencerahan kepada masyarakat di ruang publik dan sekaligus  pertanggungjawaban akademik saya sebebagai komunikolog Indonesia, saya besedia debat terbuka dengan para pihak yang seolah menuduh KPK bermanuver menjegal Anies Baswedan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024," tuturnya. ***

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi I DPR Dukung RKUHP Segera Tuntas

Senin, 28 November 2022 | 15:31 WIB
X