• Rabu, 30 November 2022

Sunda Kecil akan Jadi Epicentrum Pertarungan Perebutan Dukungan dalam Pilpres 2024

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:48 WIB
kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik (Mi6) NTB Bambang Mei Finarwanto ((Suara Karya/Hernawardi))
kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik (Mi6) NTB Bambang Mei Finarwanto ((Suara Karya/Hernawardi))

SUARAKARYA.ID: Provinsi Bali, NTB, dan NTT yang berada dalam region Sunda Kecil, diyakini akan memegang peranan penting dan strategis dalam kontestasi Pilpres 2024. Meski jumlah pemilih di tiga provinsi ini kalah signifikan jika dibanding dengan jumlah pemilih di Pulau Jawa, tapi Region Suda Kecil tetap akan menjadi ajang perebutan legitimasi kawasan bagi setiap kandidat yang bertarung dalam Pilpres 2024.

“Pilpres 2024 bukan hanya soal memenangkan suara terbanyak belaka. Tapi juga soal bagaimana pemenang mendapatkan legitimasi kawasan. Karena itu, gugusan Region Sunda Kecil tetap akan menjadi epicentrum pertarungan perebutan dukungan dalam Pilpres 2024,” kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Ahad (2/10/2022).

Dia mengatakan, legitimasi adalah hak moral setiap pemimpin untuk memerintah, membuat, dan melaksanakan keputusan politik. Karena itu, setiap kandidat yang bertarung dalam Pilpres selain ingin mendulang suara terbanyak, mereka juga pasti ingin mendapatkan legitimasi yang seluas-luasnya dari berbagai kawasan di Indonesia.

Baca Juga: Menko Polhukam Sebut Tragedi Kanjuruhan Bukan Bentrok Antarsuporter, Biaya RS Ditanggung Pemkab Malang

Didu, sapaan karib Bambang Mei menjelaskan, jika menghitung jumlah pemilih, Provinsi Bali, NTB, dan NTT, tentu akan kalah signifikan dibanding jumlah pemilih provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

Pada Pemilu 2019, KPU menetapkan Daftar Jumlah Pemilih Tetap (DPT) di NTB misalnya hanya 3.573.096 orang. Jumlah pemilih lebih sedikit terdapat di Bali dengan DPT Pemilu 2019 sebanyak 3.208.249 orang. Sementara di NTT, DPT Pemilu 2019 sebanyak 3.289.174 orang. Artinya, jumlah pemilih di tiga provinsi Sunda Kecil ini hanya 10.070.519 orang.

 Baca Juga: Jaga Ideologi Bangsa Indonesia, Kosek IKN Gelar Upacara Kesaktian Pancasila

Jumlah tersebut sangat terpaut jauh jika dibanding dengan jumlah pemilih di satu provinsi di Pulau Jawa. Di Jawa Timur misalnya, pada Pemilu 2019, DPT di sana sebanyak 31.011.960 orang. Sementara jika seluruh pemilih dari enam provinsi di Pulau Jawa dijumlah secara total sebagai satu kawasan, maka jumlah pemilih di pulau terpadat di Indonesia ini berdasarkan DPT Pemilu 2019 sebanyak 110.132.210 orang. 

“Karena pentingnya legitimasi sosial politik region inilah, Region Sunda Kecil tetap akan memiliki makna strategis dalam Pilpres 2024, meski punya jumlah pemilih di sini sedikit,” kata Didu. 

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi I DPR Dukung RKUHP Segera Tuntas

Senin, 28 November 2022 | 15:31 WIB
X