• Minggu, 4 Desember 2022

Pidato  Presiden Vanuatu Tak Lagi Bahas Soal HAM Papua Pada Sidang PBB Ke -77  Tahun 2022 di New York

- Sabtu, 24 September 2022 | 08:44 WIB
Pidato Presiden Vanuatu - Nikenike Vurobaravu pada Sidang PBB Ke-77 Tahun 2022 di New York  (Istimewa)
Pidato Presiden Vanuatu - Nikenike Vurobaravu pada Sidang PBB Ke-77 Tahun 2022 di New York (Istimewa)

SUARAKARYA.ID:  Pidato Presiden Vanuatu Nikenike Vurobaravu, Jumat (23/9/2022) pada  Sidang PBB ke-77 di New York tak lagi menyinggung apalagi membahas  soal HAM Papua.

 Sikap politik luar negeri Republik Vanuatu pada Sidang PBB ke- 77 tahun 2022 di New York  berubah. Tak lagi seperti tahun-tagun sebelumnya.

Pasti ada alasan Presiden Republik Vanuatu Nikenike Vurobaravu tak lagi membahas soal HAM Papua.

Baca Juga:  Menko Mahfud MD - Lukas Enembe Pimpin Papua Anggaran Hampir Rp 500 triliun Tak Jadi Apa-Apa

Presiden Republik Vanuatu  Nikenike Vurobaravu pada Sidang PBB tersebut fokus membahas hanya soal dalam negerinya.

Kemudian menyampaikan beberapa hal terkait dampak perang  Rusia vs Ukraina  terhadap  perekonomian dunia.

Sidang Majelis Umum dengan jatah Vanuatu berbicara digelar di Markas PBB, New York, AS, Jumat (23/9/2022). Pidato Vanuatu disampaikan langsung Presiden Nikenike Vurobaravu.

Presiden Vanuatu, seperti dalam pidato yang diunggah di situs resmi PBB.

Baca Juga: Kasus OTT di MA Hakim Agung Sudrajat Dimyati Tersangka

Sama sekali tidak menyinggung isu Papua di Sesi Debat Umum PBB yang mana ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Kritik  terakhir Vanuatu ke Indonesia soal dugaan pelanggaran HAM di Papua sudah dilontarkan  tahun 2021.

Kritik terakhir Vanuatu ke Indonesia soal isu Papua disampaikan di Sidang Majelis Umum 2021 oleh Bob Loughman.

Saat itu dia menuding ada pelanggaran HAM terhadap masyarakat adat Papua Barat.

Lalu, apa yang disampaikan Nikenike Vurobaravu di Sidang Majelis Umum PBB 2022 yang sama sekali tidak menyinggung isu Papua?

Dalam pidatonya, Nikenike Vurobaravu mengungkit negaranya yang mulai pulih secara perlahan dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Lirik Lagu Alosi Ripolo Dua - Bugis

 Selain itu, Vanuatu juga menyinggung isu krisis iklim dan dia menyebut dunia membutuhkan aksi yang lebih ambisius untuk mengatasinya.

Lebih lanjut Vanuatu menyinggung bahaya nuklir terhadap manusia dan seluruh spesies bumi. Bahaya ini, katanya, diperparah dengan kondisi di Ukraina yang menimbulkan efek domino seperti menambah parah krisis pangan.

Negara Republik Vanuatu (Istimewa)


Kondisi dalam negeri Vanuatu selama pandemi Covid-19 tahun sebelumnya.

Kemudian disinggung lagi Vurobaravu dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB. Menurutnya, pandemi mengajarkan pentingnya ketercakupan digital.

"Sulit bagi banyak siswa untuk mendapatkan kelas online minimnya konektivitas. Saya yakin fenomena ini tidak hanya dialami Vanuatu tetapi juga di negara berkembang lainnya," kata Nikenike Vurobaravu.

Di ujung pidatonya, Vanuatu menyinggung klaim kolonial terkait wilayah kedaulatan perairan mereka.

"Masalah yang masih rumit sejak kemerdekaan kami adalah klaim kolonial yang tidak dapat dibenarkan atas perairan tradisional kami yang berdaulat," kata Vurobaravu.

Baca Juga: Surat  Terbuka Bangsa  Seram di Maluku Berduka

Dalam kontes ini masalah utama keamanan dan politik negaranya yakni klaim ilegal atas kepulauan Mattew dan Hunter.

Itulah perkembangan politik  luar negeri Vanuatu tahun 2022. Ini tercermin dari pidato Presiden Vanuatu di PBB yang  tak lagi singgung soal Papua. ***

Sumber: Istimewa

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi I DPR Dukung RKUHP Segera Tuntas

Senin, 28 November 2022 | 15:31 WIB
X