• Senin, 26 September 2022

Terkait Video ‘Amplop Kyai’, Gus Miftah Minta Suharso Monoarfa Berikan Klarifikasi Dan Minta Maaf

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 08:47 WIB
Unggahan Instagram @gusmiftah terkait ‘amplop kyai’.
Unggahan Instagram @gusmiftah terkait ‘amplop kyai’.

SUARAKARYA.ID: Pimpinan pondok pesantren Ora Aji Gus Miftah ikut mengomentari video yang beredar terkait pidato Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa yang dinilai menyinggung kiai dan pondok pesantren, pidato Suharso yang dimaksud yakni tentang 'amplop kiai'.

Pidato Suharso Monoarfa disampaikan dalam 'Pembekalan Antikorupsi Politik Cerdas Berintegritas (PCB) untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP)' di Gedung ACLC KPK, Jakarta, pada 15 Agustus kemarin.

Dalam unggahannya di Media Sosial Instagram, Gus Miftah menyebutkan bahwa statment orang nomor 1 PPP itu menghina marwah Kyai dan pondok pesantren.

Baca Juga: Balad Erick Thohir Gelar Kegiatan di Jawa Barat, Peringati HUT Ke-77 Kemerdekaan RI

“Dalam khazanah pesantren ada istilah tabarukan, yaitu ngalap berkah yang dilakukan oleh seorang santri atau jamaah kepada kyai, dengan salah satu caranya adalah silaturahmi atau sowan kepada kyai. Dalam silaturrohmi itu biasanya santri atau jamaah minta doa, minta nasehat atas problem dan hajatnya,” tulis Gus Miftah dalam unggahannya, Kamis (18/8/2022).

Lebih lanjut, Gus Miftah menegaskan tidak ada permintaan Kyai kepada santri dan jamaah jika ingin bersilaturahmi.

“Tidak ada permintaan kyai kepada para santri dan jamaah kalau sowan harus kasih amplop atau apapun, kl toh ada itu justru inisiatif dari santri atau jamaah yang sifatnya sukarela sebagai rasa mahabbah seorang santri kepada kyai,” kata Gus Miftah.

Baca Juga: Dibangun PT Amarta Karya, Gubernur DKI Jakarta Resmikan Rusunawa Pulo Jahe Jaktim

Menurut Gus Miftah, hal ini sudah menjadi kelaziman para tokoh politik memanfaatkan kyai untuk kepentingan politiknya, kyai selama ini hanya terkesan dimanfaatkan.

“Kalau butuh mereka sowan kyai, selesai butuh nya kembali meninggalkan kyai. Persis seperti daun salam dan laos, kalau masak sayur dicari pertama kali, sayurnya matang daun salam dan laosya dibuang pertama kali,” ucap Gus Miftah Tegas.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Charta Politika: Sandiaga Cawapres Paling Disukai Publik

Kamis, 22 September 2022 | 19:54 WIB

Surat  Terbuka Bangsa  Seram di Maluku Berduka

Kamis, 22 September 2022 | 09:24 WIB

Bupati Purwakarta Gugat Cerai Suaminya dan Profil

Kamis, 22 September 2022 | 09:23 WIB

Bjorka - Akan Ada Kejutan dalam Waktu Dekat

Selasa, 20 September 2022 | 23:30 WIB
X