• Kamis, 8 Desember 2022

Pembelian Secara Online Meningkat, Tantangan Transformasi Digital bagi Perekonomian Indonesia

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 17:42 WIB
Yuk Cintai Produk Dalam Negeri menjadi tema webinar literasi digital #MakinCakapDigital di Suarabaya, Jawa Timur  (Ist)
Yuk Cintai Produk Dalam Negeri menjadi tema webinar literasi digital #MakinCakapDigital di Suarabaya, Jawa Timur (Ist)

Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skill, digital culture, digital ethic, dan digital safety.

Baca Juga: Digitalisasi Warisan Budaya Bangsa, Tempat Hadir dengan Bermartabat di Ruang Digital

Dr Jerry Sambuaga menyampaikan: “situasi dan kondisi ekonomi digital Indonesia saat ini mengalami peningkatan secara drastis. Dampak virus Covid-19 mengubah perilaku konsumen menjadi aktif pada transaksi secara online.”

Menurut data Kementerian Perdagangan persentase pembelian secara online meningkat 55% saat Covid-19 melanda Indonesia di tahun 2020. Begitupun dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) tahunan e-commerce di Indonesia meningkat besar nilai pasarnya menjadi 32jt USD pada tahun 2020 dan diperkirakan akan meningkat lagi menjadi 83jt USD pada tahun 2025. Tambah Pak Jerry.

Lalu bagaimana Kementerian Perdagangan mendukung majunya produk dalam negeri?

Jerry menyampaikan ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, pertama kita harus tingkatkan kualitas produk buatan dalam negeri, dengan cara kita tingkatkan fasilitas kewirausahaannya, fasilitas akses pasar, fasilitas permodalan, dan fasilitas sarana dan prasarana usaha perdagangan. Lalu yang kedua, tingkatkan branding dan promosi produk Indonesia melalui internet. Ketiga, penciptaan UMKM naik kelas agar bisa melakukan ekspor melalui platform niaga elektronik.

“Target program digitalisasi UMKM dan pedagang Pasar Rakyat pada tahun 2022 ditargetkan sebanyak 750.000 UMKM dan 250.000 pedagang pasar rakyat,” pungkasnya.

Baca Juga: Menghindari Cyber Bullying, Pentingnya Budaya Bermedia Digital untuk Para Remaja

Emil Dardak juga menambahkan: “Literasi digital banyak menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan proses mediasi media digital yang dilakukan secara produktif. Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.”

Begitupun dengan pemerintah, kita membantu perkembangan digital dengan membangun infrastruktur digital dengan membangun BTS 4G, jaringan palapa dan satelit yang kita punya. Dan begitupun dengan kalian sebagai masyarakat digital, kita membutuhkan 9 juta talenta digital hingga tahun 2030 untuk dapat mendukung transformasi digital nasional. Tambah, pak Emil.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X