• Jumat, 9 Desember 2022

Podcast Sportcast LPDUK Kemenpora, Sudah Waktunya Atlet Muda Para Atletik Dimatangkan Kejar Paralimpiade Paris

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 14:58 WIB
Firza Faturahman (tengah) dan Pelatih Kepala Cabor Para Atletik Indonesia, Slamet Widodo tampil pada Podcast Sportcast LPDUK Kemenpora di Solo, kemarin (Gungde Ariwangsa)
Firza Faturahman (tengah) dan Pelatih Kepala Cabor Para Atletik Indonesia, Slamet Widodo tampil pada Podcast Sportcast LPDUK Kemenpora di Solo, kemarin (Gungde Ariwangsa)

SUARAKARYA.ID: Atlet muda para atletik Indonesia sudah waktunya mendapatkan kesempatan untuk ditampilkan mengikuti event-event internasional demi menaikkan kemampuan dan kepercayaan diri, sebagai persiapan menunju event bergengsi Paralimpiade Paris 2024.

Penegasan tersebut disampaikan Pelatih Kepala Cabor Para Atletik Indonesia, Slamet Widodo, bersama peraih medali emas nomor T46 100 meter Firza Faturahman,  usai hadir dalam acara Podcast Sportcast LPDUK Kemenpora di Solo, kemarin.

" Firza Faturahman merupakan atlet potensial dan usianya masih muda. Catatan waktu dia sudah 11 detik, dan di level Asia catatan waktu 10 detik.  Kalau dia rajin berlatih dia nggak lama lagi akan bisa masuk level Asia, dengan catatan dia rajin dan tekun berlatih. Jadi atlet itu harus memiliki semangat seperti Pejuang," kata Slamet.

Baca Juga: Jaya Suprana Terpana Rekor Silatnas PPAD

Ditambahkan Slamet, pada Asean Para Games 2022 Solo cukup banyak muncul atlet muda potensial yang tentunya ini perlu medapatkan perhatian dan penanganan khusus. "Kita harus mempersiapkan mereka dengan baik demi tujuan yang lebih tinggi bisa lolos dan tampil di Paralimpiade Paris 2024. Peluang cukup terbuka tapi memang perlu kerja keras dan harus berkesinambungan melaksanakan Pelatnas. Mereka akan terus berlatih di Pelatnas untuk meningkatkan kemampuan, karena mimpi kita mereka bisa lolos dan tampil di Paralimpiade 2024 Paris," terang Slamet.

Tim para atletik Indonesia mencatat prestasi di ASEAN Para Games (APG) XI 2022 dengan catatan manis.  Ini ditandai pada hari terakhir lomba, Jumat (5/8/2022), tiga tim estafet yang berjuang di lintasan Stadion Manahan Solo berhasil mempersembahkan medali. 

Tim balap lari estafet 4x100 M klasifikasi T42/47 Indonesia tampil pertama untuk membuka perebutan medali. Di nomor ini, Nur Ferry dan kawan-kawan harus merelakan emas jatuh ke tangan Thailand setelah perjuangan keras mereka. Indonesia dan Thailand sebenarnya berbarengan sampai finis, namun wakil Gajah Putih itu dinobatkan lebih dulu menyentuh garis finis. Thailand finis dengan catatan waktu 45,280 detik, sedangkan Indonesia 45,290 detik. Indonesia menurunkan Partin di posisi start pertama, kemudian berikutnya Nur Ferry Pradana, dilanjutkan Ryan Arda Diarta dan Rizal Bagus Saktiyono.

Baca Juga: Airlangga Puji Mbah Muqoyyim: Dakwahnya Persuasif, Kedepankan Kasih Sayang, Anti Kekerasan

Kekalahan Indonesia di nomor ini langsung dibayar tuntas Eko Saputro dan kolega. Turun di nomor 4x100 M T11/T13 (klasifikasi atlet yang memiliki hambatan penglihatan), Indonesia gantian memaksa Thailand untuk puas dengan medali perak. Petrus Kanel Alupan, Eko Saputro, Muammar Habibila, dan Ruli Alkahfi Mubarok sukses mempersembahkan emas di lomba ini. Kecepatan mereka menghasilkan catatan waktu 44,970 detik, sedangkan Thailand 45,170 detik.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ABTI Siap Gelar Event Internasional di Jakarta

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:34 WIB
X