• Senin, 26 September 2022

Pengasuh Ponpes Al-Wafa Berharap LaNyalla Bawa Perubahan Lebih Baik, Jadi Negarawan Pelurus Bangsa

- Kamis, 28 Juli 2022 | 19:28 WIB
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengunjungi Pondok Pesantren Al-Wafa di Jember. (Istimewa)
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengunjungi Pondok Pesantren Al-Wafa di Jember. (Istimewa)

SUARAKARYA.ID: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan sejumlah rangkaian kegiatan reses di Jawa Timur. Salah satunya adalah mengunjungi Pondok Pesantren Al-Wafa di Jember.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD RI didampingi Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember, Prof Dr Abd Muis Thabrani, M.M. Sementara dari Pondok Pesantren Al-Wafa dihadiri KHR Abd Satar (Pengasuh) dan KHR Abd Aziz (Pengasuh Pondok Puteri).

Pada kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wafa, KHR Abd Satar berharap LaNyalla menjadi tokoh nasional yang membawa perubahan bagi bangsa ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: Pemkab dan DPRD Sumenep Temui Ketua DPD RI, Minta Dukungan Jadi Kabupaten Kepulauan

"Tentu kami berharap Pak LaNyalla bisa menjadi tokoh nasional yang membawa perubahan bagi bangsa ke arah yang lebih baik. Menjadi generasi pelurus bangsa dan negarawan. Tujuannya adalah membangun kesadaran bangsa," kata KHR Abd Satar di Jember, Kamis (28/7/2022).

Dengan berpikir dan bertindak sebagai negarawan, KHR Abd Satar menilai LaNyalla akan lebih jernih dalam melihat persoalan. "Soal lain-lain, kalau kita ikhlas mengemban tugas, Insya Allah akan diberi kemudahan jalan," kata KHR Abd Satar.

Ketua DPD RI mengaku sejauh ini ia terus berkomitmen untuk memperkuat jati diri bangsa. Caranya, kata LaNyalla, adalah dengan kembali kepada UUD 1945 naskah asli untuk kemudian disempurnakan dengan cara yang benar. Tanpa mengubah sistem demokrasi Pancasila.

Baca Juga: Harga Tiket TN Komodo Naik, Sultan B Najamudin: Sudah Ada Pagu Anggaran Konservasi di Kementerian LHK

"Itulah identitas kebangsaan kita sebagaimana diharapkan oleh para pendiri bangsa. Saat ini, dengan konstitusi hasil amandemen 1999-2002, semuanya telah melenceng jauh dari cita-cita para pendiri bangsa kita," kata LaNyalla.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Charta Politika: Sandiaga Cawapres Paling Disukai Publik

Kamis, 22 September 2022 | 19:54 WIB

Surat  Terbuka Bangsa  Seram di Maluku Berduka

Kamis, 22 September 2022 | 09:24 WIB

Bupati Purwakarta Gugat Cerai Suaminya dan Profil

Kamis, 22 September 2022 | 09:23 WIB

Bjorka - Akan Ada Kejutan dalam Waktu Dekat

Selasa, 20 September 2022 | 23:30 WIB
X