• Kamis, 8 Desember 2022

Politikus PDIP Hendrawan Sebut Ciri Munafik, Pengacara Habib Rizieq Singgung Harun Masiku

- Kamis, 21 Juli 2022 | 15:13 WIB
Habib Rizieq Shihab (Ist)
Habib Rizieq Shihab (Ist)

SUARAKARYA.ID: Politisi PDIP dan pihak Habis Rizieq Shihab (HRS) saling sahut-sahutan usai HRS bebas bersyarat. Adalah Hendrawan Supraktikno, politikus senior PDIP yang menyentil Habib Rizieq Shihab. Merespon pernyataan Habib Rizieq Shihab (HRS) tentang negara darurat kebohongan, Hendrawan menyebut ciri-ciri munafik.

Tak terima disebut ciri orang munafik, pengacara HRS Aziz Yanuar menyindir PDIP agar fokus mengurus Harun Masiku. Koruptor kakap yang kini jadi buronan berasal dari tubuh PDIP.

"Tolong urusin dulu Harun Masiku saja, baru komentar yang lain," kata Aziz sambil menyertakan emoticon tertawa kepada wartawan via WA, Rabu (20/7/2022).

Baca Juga: Habib Rizieq Bebas, Tak Ada Deal, Tetap Istiqomah Perjuangkan Revolusi Akhlak

Baca Juga: Polda Metro Jaya Tunjuk Psikolog Dampingi Istri Kadiv Propam

Hendrawan sebelumnya merespons tudingan HRS soal negara darurat kebohongan. Yang dimaksud darurat kebohongan sendiri, adalah berbagai kasus dan kebijakan yang diambil pemerintah penuh dengan rekayasa dan kebohongan. Semisal kasus KM 50, kasus Novel Baswedan, program mobil ESEMKA dan lain-lain yang diduga penuh rekayasa dan kebohongan.

Namun terhadap pernyataan Habib Rizieq soal darurat kebohongan Hendrawan menilai pernyataan tersebut hanya pengulangan yang pernah diungkap HRS juga.

"Itu pengulangan saja dengan dibumbui retorika baru. Pada 1977, Mochtar Lubis sudah menyatakan salah satu ciri manusia Indonesia adalah munafik," imbuh Hendrawan kepada wartawan, Rabu (20/7).

Hendrawan bahkan mengakui masalah terberat bangsa Indonesia adalah kepura-puraan. Dia meminta hal itu dijadikan tantangan bersama, bukan menuding kelompok tertentu. "Saya juga menyebut masalah terberat bangsa kita adalah melembagakan kepura-puraan. Jadi ini tantangan kita bersama, bukan tudingan untuk kelompok tertentu. Jadi berlaku untuk 'kita', bukan untuk menghakimi 'mereka'," kata Hendrawan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X