• Senin, 15 Agustus 2022

Pansel Bawaslu Papua Barat  Akan Bekerja Keras Untuk Capai Hasil Maksimal

- Jumat, 17 Juni 2022 | 07:58 WIB
Ketua Pansel Bawaslu Papua Barat - Hasan Makassar S.Pd (Istimewa)
Ketua Pansel Bawaslu Papua Barat - Hasan Makassar S.Pd (Istimewa)



SUARAKARYA.ID: Ketua Pansel Bawaslu  Papua Barat Hasan Makassar S.Pd, mengatakan mengingat tahun 2024 adalah tahun politik dengan diselenggarakannya pilpres, pileg, dan pilkada.

Sehingga Pansel berupaya melaksanakan seleksi dengan maksimal.

Pansel berkomitmen melibatkan berbagai pihak untuk menyukseskan seleksi. Sehingga diharapkan anggota terpilih adalah orang yang punya komitmen menyukseskan  tahun politik 2024.

Baca Juga: Warga Papua Barat Bikin Deklarasi Terima Otsus Dan Pembentukan DOB

Untuk sosialisasi Pansel melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama. Dunia perguruan tinggi seperti para Rektor dan pakar lainnya.

"Kami berharap masyarakat asli Papua banyak yang terlibat menyukseskan. Dan menjadi anggota Komisioner Bawaslu di Papua Barat," kata Hasan.

Baswaslu bersama institusi lain  harus mengantisipasi ketegangan pemilu dan kecurangan pemilu.

Baca Juga: Kilang Kasim Terima Penghargaan Lingkungan Hidup Dari Bupati Sorong

Bawaslu wajib memikirkan mitigasi dari persoalan pemilu dan pilkada sebelumnya.

Komisioner Bawaslu harus memperhatikan  keberagaman yang ada di Papua Barat.

 Sehingga mampu membuat treatment pada persoalan kepemiluan dengan pendekatan humanis.

 "Masyarakat dan Non-Governmental Organization (NGO) kepemiluan juga wajib mengingatkan komisoner pemilu. Jika apa yang dikerjakan keluar dari komitmen atau jawaban presentasi saat fit and proper test," ujarnya.

Baca Juga: Ditemukan Virus Cacar Monyet Dalam Cairan Sperma Pria Yang Berhubungan Seks Sesama Jenis

Menunuru Hasan, ia dan timnya akan maksimal menyelenggarakan seleksi untuk mendapatkan calon komisioner yang mampu melaksanakan tugas pengawasan pada Pemilu 2024.

Dikatakannya, sangat penting nantinya komisoner yang baru terpilih memikirkan padatnya tahun 2024 dengan agenda dan tahun politik.

Banyaknya korban pada Pemilu 2019 juga harus dipikirkan. Apalagi kata dia, tahun 2024 akan ada pilkada serentak setelah pilpres dan pileg.

 "Profesionalitas komisioner terpilih juga harus diuji. Mengingat akan adanya tarik menarik kepentingan politik.  Dan banyaknya godaan politik yang bisa menjerumuskan," kata Hasan.

Sumber: Wawancara

Baca Juga: Bangun  Pangkalan Militer Indonesia Bikin Geger Dunia Meski  Agak Terlambat

 

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

X