LaNyalla Tegaskan Pancasila Sudah Ada Sejak Era Kerajaan Nusantara

- Kamis, 2 Juni 2022 | 19:22 WIB
Foto: DPD RI
Foto: DPD RI

SUARAKARYA.ID: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan jika Pancasila telah ada sejak era kerajaan nusantara. Hal tersebut disampaikan LaNyalla Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat mengunjungi Kerajaan Kui di Kompleks Istana II Kerajaan Kui, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Kamis (2/6/2022).

"Presiden Soekarno pun mengakui jika nilai-nilai luhur yang digali para pendiri bangsa dan menjadi falsafah dan landasan hidup bangsa, yaitu Pancasila, sudah ada sejak era Kerajaan dan Kesultanan Nusantara," tuturnya.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, denyut nadi kehidupan bangsa seharusnya tidak bisa dilepaskan dari sejarah peradaban yang sudah ada di era Kerajaan dan Kesultanan Nusantara.

"Sehingga, kita sebagai bangsa sudah selayaknya bangga dengan negara ini. Karena negara ini lahir dari sebuah peradaban besar yang sudah ada jauh sebelum negara ini lahir,” katanya.

Ditambahkannya, dari Kerajaan dan Kesultanan Nusantara inilah lahir Tradisi Pemerintahan, Tradisi Penulisan, Tradisi Pendidikan, Tradisi Pengobatan, hingga Tradisi Kemiliteran, baik di darat maupun di laut. Termasuk mewariskan nilai-nilai adi luhung.

LaNyalla selalu meyakini bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarah peradabannya. Dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menempatkan secara tepat nilai-nilai adi luhur serta menjaga kelestarian sejarah peradabannya.

“Itulah mengapa saya berkeliling dan mengunjungi Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Saya ingin memantik kesadaran bangsa ini, bahwa Kerajaan dan Kesultanan Nusantara masih ada, dan harus tetap ada di negara ini. Sebagai bagian dari mozaik Nusantara yang utuh. Sekaligus pengingat bagi kita dan generasi mendatang, bahwa Indonesia adalah negara yang besar,” jelasnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menegaskan tak lelah melakukan koreksi dan mengingatkan seluruh stakeholder bangsa.

“Saya mengingatkan bahwa sistem tata negara kita sejak Amandemen Konstitusi tahun 1999 hingga 2002 yang lalu, telah meninggalkan elemen-elemen golongan untuk ikut menentukan arah perjalanan bangsa. Sejak Amandemen tersebut unsur-unsur non-partisan sudah tidak mendapat tempat untuk secara aktif menentukan arah perjalanan bangsa,” katanya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nasdem Sambangi Golkar, Bahas Apa ?

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:20 WIB

Tuan Guru Kocak ini Pimpin DPD Bamusi NTB

Selasa, 24 Januari 2023 | 18:59 WIB
X