• Selasa, 28 Juni 2022

Pendiri PA 212 Ungkap Keunggulan SBY Dan Jokowi Dalam Komunikasi Politik

- Kamis, 26 Mei 2022 | 17:37 WIB

SUARAKARYA.ID: Sistem politik Indonesia, sepenuhnya menggunakan sistem presidensil menyusul dilakukannya amandemen kedua UUD 1945. Dalam sistem presidensil, komunikasi antara presiden dengan para aktor utama penyelenggara negara dilakukan untuk memelihara stabilitas pemerintahan.

Demikian hal-hal yang mengemuka dan menjadi topik pembahasan dan perdebatan, terkait bagaimana sesungguhnya komparasi gaya berkomunikasi Presiden Joko Widodo dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (periode 2014-2019), menjadi benang merah yang mengemuka dalam Sidang Promosi Doktor Ilmu Pemerintahan, Program Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dengan Promovendus  S. Aminuddin,

di Kampus IPDN Jakarta, Selasa (24/5/22).

Sidang terbuka Promosi Doktor di IPDN ini dipromotori oleh Prof Dr Djohermansyah Djohan, MA dengan co-promor Prof Dr Erliana Hasan, M.Si dan Dr Irwan Tahir, serta dihadiri Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri Dr Hadi Prabowo dan Direktur Program Pascasarjana IPDN Prof Dr H Wirman Syafri, M.Si

Dalam kesempatan itu, Aminuddin yang adalah pendiri geran PA 212 memaparkan bahwa penelitian yang dilakukannya bertujuan mengkomparasi atau membandingkan gaya komunikasi presidensil antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (periode tahun 2009-2014 dan Presiden Joko Widodo (periode tahun 2014-2019).

Untuk mengetahui detail keunikan gaya komunikasi Presiden SBY dan Presiden Jokowi, metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus komparatif dengan pendekatan kualitatif.

Menurut Aminuddin,  penelitiannya juga menggunakan analisis isi (content analysis) untuk membandingkan gaya komunikasi retorika SBY dan Jokowi.

Dalam disertasi berjudul “Komparasi Gaya Komunikasi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Joko Widodo Dalam Mewujudkan Satbilitas Pemerintahan” diperoleh temuan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo telah melaksanakan komunikasi politik presiden (komunikasi presidensil) secara baik. Komunikasi tersebut dilakukan para aktor utama sistem presidensil, khususnya dengan DPR, DPD, MK, MA, KPU, TNI dan Polri serta Publik yang diwakili Pers.

“Dari keberhasilan mengelola komunikasi politik presiden (komunikasi presidensil), baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo, telah berhasil memelihara stabilitas pemerintahan dimana keduanya tidak pernah mengalami gridlock, policy deadlock dan apalagi sampai menjatuhkan jabatan presiden,” kata Aminuddin.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

X