• Rabu, 29 Juni 2022

Bendum NU DKI Yakin Airin Jadi Gubernur, Belajar Pengalaman Sebelumnya Nenteng Jokowi Dan Anies

- Minggu, 15 Mei 2022 | 16:09 WIB
Bendum NU DKI M Taufik dan mantan Wali Kota Tangsel  Airin Rahmi Diany berhalal bihalal di kantor Cabang NU Jakarta Utara, Minggu (15/5/2022).
Bendum NU DKI M Taufik dan mantan Wali Kota Tangsel Airin Rahmi Diany berhalal bihalal di kantor Cabang NU Jakarta Utara, Minggu (15/5/2022).


SUARAKARYA.ID: Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Nahdlatul Ulama Wilayah (PWNU) DKI Jakarta Mohamad Taufik meyakini Airin Rachmi Diany bakal menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2024.

Hal ini belajar dari pengalaman sebelumnya ketika Taufik memboyong Joko Widodo dan Anies Baswedan sebelum menjadi Gubernur DKI pada 2012 dan 2017.

“InsyaAllah ini pertanda baik, dan biasanya kalau dimulai dari Jakrta Utara, itu dituntun dan jadi (Gubernur DKI),” ujar Taufik saat acara Halalbihalal di Kantor Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Utara, Koja, Minggu (15/5/2022).

M Taufik mengaku, pernah membawa Jokowi saat kampanye Pilkada DKI pada 2012 silam dan hasilnya Jokowi menang dari rivalnya Fauzi Bowo.

Kemudian kisah itu terulang kembali ketika Taufik mengajak Anies  Baswedan untuk kampanye di Jakarta Utara pada 2017.

“Pak Anies kami mulai dari Jakarta Utara, dan Pak Jokowi kami tenteng dari Jakarta Utara. Jadi, saya bagian tukang nenteng nih, Pak Jokowi saya tenteng dan Pak Anies saya tenteng, nah mulainya dari Jakarta Utara,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Taufik berharap struktur NU di Jakarta semakin kuat dan solid. Apalagi cikal bakal kepengurusan NU berawal dari Jakarta Utara.

“Kami berharap bahwa struktur NU kuat karena Jakarta Utara lebih dulu dibanding wilayah Jakarta yang lain sampai pada tingkat RW,” ucapnya. 


Selain itu, dia berharap kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan perhatian besar kepada pengurus NU yang ada di tingkat Kecamatan. Dia menyebut, sampai sekarang pengurus NU di tingkat kecamatan belum memiliki kantor atau sekretariat.

“Kecamatan-kecamatan harus punya tempat kumpul seperti tempat diskusi tentunya kantor. Nanti saya titip pak Kesbangpol Jakut, Pak Asisten Pemerintahan, ini saya masih jadi Wakil Ketua DPRD DKI loh, jadi beresin tuh pak, patungan sama saya nanti kita beresin,” kata Taufik berkelakar. ***

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X