• Jumat, 27 Mei 2022

Koalisi Golkar, PAN, PPP Jadi Alternatif Pilihan Partai Tengah Nasionalis Religius

- Jumat, 13 Mei 2022 | 17:48 WIB
Airlangga Hartarto, Suharso Manoarfa dan Zulkifli Hasan.  (Partai Golkar.)
Airlangga Hartarto, Suharso Manoarfa dan Zulkifli Hasan. (Partai Golkar.)

SUARAKARYA.ID: Pengamat politik Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai pertemuan antara tiga ketua umum partai politik, Golkar, PAN dan PPP di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/05/2022) ingin
memberikan alternatif pilihan sebagai gabungan partai nasionalis religius pada Pilpres 2024 ke depan.

Pertemuan ketiga pimpinan parpol ini sekaligus merupakan penjajagan menuju koalisi ketiga parpol di Pemilu 2024. “Ini merupakan kode keras koalisi. Meski tidak disampaikan secara eksplisit namun publik sudah bisa membaca ke arah sana," kata Adi kepada media di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Menurut Adi, munculnya Golkar, PAN dan PPP secara bersama, memberi alternatif baru koalisi setelah publik mempersepsikan Gerindra dan PDIP akan berkoalisi di Pilpres 2024. Ia menilai Partai Golkar tampil sebagai partai tengah yang ingi membangun koalisi Nasionalis-Religius, dengan PAN dan PPP.

Baca Juga: Bareskrim Dan Polda Jatim Sita 122 Ton Minyak Goreng Kemasan Yang Akan Diekspor Secara Ilegal Ke Timor Leste

"Relatively, Golkar itu paling mudah diterima oleh partai-partai lain saat ini. Inilah kelebihan Golkar dibandingkan partai lain,” ucap pengamat politik dan peneliti LIPI tersebut.

Dosen UIN Jakarta ini mencontohkan hambatan psikologis yang dihadapi jika PDIP berkoalisi dengan PKS atau jika Gerindra berkoalisi dengan Nasdem.

"(Namun) Golkar tidak memiliki hambatan itu. Bahkan Ketum Golkar, Airlangga Hartarto, bisa diterima oleh semua partai,” ungkap Adi.

Baca Juga: Kisruh MDI, Tokoh Senior Golkar Diminta Turun Tangan Menengahi

Lebih jauh Adi menuturkan, jika Koalisi Indonesia Bersatu ini terbentuk maka telah memenuhi persyaratan ambang batas untuk mengajukan calon presiden atau Presidential Threshold seperti disyaratkan dalam pasal 222 Undang-Undang Pemilu.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: Partai Golkar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X