• Jumat, 7 Oktober 2022

LGBT Pasca Podcast Deddy Corbuzier, Giliran Mahfud MD Panen Kritikan

- Kamis, 12 Mei 2022 | 14:45 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD (Istimewa)
Menko Polhukam, Mahfud MD (Istimewa)


SUARAKARYA.ID: LGBT yang kasusnya belakangan trending di dunia maya pasca tayangan podcast Deddy Corbuzier, polemiknya masih berkepanjangan. Para pakar hukum pun saling adu argumentasi.

Sejumlah tokoh mengkritik komentar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tentang kelompok LGBT maupun pihak yang menyiarkan tayangan LGBT belum dilarang oleh hukum di Indonesia.

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia (UI) Chudry Sitompul, bahkan menilai kesannya nanti pak Mahfud membolehkan LGBT. "Ini bahaya ini, bisa kacau ini," ujarnya seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Baca Juga: LGBT Bikin Gaduh, Deddy Corbuzier Minta Maaf, Netizen Malah Pertanyakan Ustadz Yang Diundang

Menurutnya, kalau Mahfud MD bukan menko, enggak apa-apa, jadi pendapat aja pribadi. "Tapi dia menko, dia menteri yang merepresentasikan pemerintah. Dia kan membawa politik hukum pemerintah. Jadi politik hukum pemerintah seolah-olah membenarkan LGBT," ujarnya.

"Pak Mahfud tuh salah ngomong dibilang enggak ada hukum yang dilanggar. UU Nomor 1 tuh masih berlaku, UU No.1 Tahun 1974," ujarnya.

Tak tinggal diam. Mahfud MD langsung mengomentari Chudry. Dalam tweeternya dia menilai Chudry telah mencampuradukan hukum pidana dan perdata.

Baca Juga: LGBT Bikin Gaduh, Deddy Corbuzier Minta Maaf, Netizen Malah Pertanyakan Ustadz Yang Diundang

"UU No. 1 Thn 1974 adl UU tentang perkawinan yg berarti masalah keperdataan dan administrasinya. Artinya tdk sah kawin sesana jenis. Tp bkn hukum memidanakan LGBT atau penyiarnya. https://t.co/FtwYyd1tKm," tulis Mahfud MD.

Kritikan atas pernyataan Mahfud MD tentang LGBT, juga muncul dari Tifatul Sembiring. Politisi PKS ini menyebut Mahfud MD secara hukum memang lebih ahli, tapi dia mengingatkan bahwa Sila pertama itu adalah Ketuhanan YME. "Artinya bangsa Indonesia ini beragama. Dan tidak ada agama yg membolehkan LGBT. Harap Prof, jadi mizholah nilai2 bangsa," tulisnya di tweeter.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X