• Jumat, 7 Oktober 2022

Politisi PDI-P Hendrar Prihadi: Gelar Profesor Kehormatan Kepada Megawati Dari Korea Jadi Inspirasi & Teladan

- Rabu, 11 Mei 2022 | 08:59 WIB
Walikota Semarang yang juga kader terbaik PDI Perjuangan Hendrar Prihadi menegaskan gelar Profesor Kehormatan kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri dari Korea menjadi inspirasi dan teladan bangsa  (AG Sofyan)
Walikota Semarang yang juga kader terbaik PDI Perjuangan Hendrar Prihadi menegaskan gelar Profesor Kehormatan kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri dari Korea menjadi inspirasi dan teladan bangsa (AG Sofyan)
 
 
SUARAKARYA.ID: Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri mendapatkan gelar Profesor Kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA), Korea Selatan. 
 
Upacara penganugerahan gelar profesor kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri itu akan dilaksanakan pada hari ini, Rabu (11/5/2022), usai putri Proklamator Bung Karno tersebut ikut menghadiri pelantikan Presiden Korea Selatan yang baru, Yoon Suk Yeol pada Selasa kemarin (10/5/2022). 
 
Terkait penganuerahan gelar Profesor Kehormatan dari SIA itu, politisi PDI Perjuangan Hendrar Prihadi menyatakan kebanggaannya atas penganugerahan gelar Profesor dari universitas ternama tersebut kepada Megawati.
 
 
"Kiprah Ibu Megawati Soekarnoputri tidak hanya diakui oleh masyarakat Indonesia,  tapi juga diakui oleh masyarakat internasional yang salah satunya diwakili oleh rakyat Korea Selatan. Saya berkeyakinan kepercayaan masyarakat internasional ini bisa menjadi penyemangat kita semua untuk tidak lelah untuk terus mencintai negeri ini, Republik Indonesia, dengan segala tumpah darah kita terus berjuang memajukan bangsa Indonesia menjadi juara, menjadi negeri yang hebat, mewujudkan Indonesia Raya adil, makmur, dan sejahtera," ucap Hendrar Prihadi kepada suarakarya.id saat diminta komentarnya atas pemberian gelar profesor kehormatan kepada Megawati di sela-sela tasyakuran HUT Kota Semarang ke 475 tahun di Semarang, Selasa (10/5/2022). 
 
Menurut Hendrar Prihadi yang juga Walikota Semarang ini, penganugerahan gelar Profesor Kehormatan ini adalah menjadi teladan bagi para kader PDI  Perjuangan. Terutama dalam kiprah dan langkah perjuangan dalam ikhtiar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 
 
 
Kader terbaik Banteng moncong putih yang adalah Ketua DPC PDIP Kota Semarang ini menegaskan ikhtiar perjuangan dalam pengabdian sebagai kader PDI Perjuangan, harus tulus dan ikhlas serta memiliki semangat yang tinggi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan peradaban Indonesia. 
 
"Kader-kader PDI Perjuangan dimanapun tempat pengabdiannya, harus pula memiliki spirit perjuangan dalam pengabdian terbaiknya kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kita patut meneladani kiprah perjuangan dan pengabdian yang dilakukan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri," kata walikota bertabur penghargaan karena kinerja dan prestasi menjadi Semarang hebat selama ini. 
 
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan sebelum acara penganugerahan gelar Profesor Kehormatan, Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Yoon.
 
Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan menerima delegasi Seoul Institute of the Arts (SIA), Korsel. yang akan memberikan gelar profesor kehormatan dari universitas terkemuka di Korsel atas dedikasi dan perjuangan Megawati terhadap kemajuan demokrasi, lingkungan, dan kebudayaan (AG Sofyan)
 
Menurut Hasto, seusai pertemuan itu, Megawati akan langsung berangkat ke Gedung Seoul Institute of the Arts (SIA). Di gedung SIA, Megawati akan menghadiri upacara penganugerahan gelar profesor kehormatan kepadanya.
 
 
Hasto mengatakan, pihak SIA memberi gelar profesor tersebut karena menilai besarnya kontribusi dan komitmen kemanusiaan Megawati dalam memperjuangkan perdamaian di Semenanjung Korea.
 
Presiden ke-5 RI itu juga dinilai memiliki perhatian besar terhadap demokrasi, lingkungan, dan kebudayaan, sehingga dinilai pantas diberikan gelar profesor kehormatan.
 
 
"Bahkan Ibu Mega pernah jadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian," ungkap Hasto. 
 
Karena pada dasarnya, jelas Hasto, Korea ini adalah satu bangsa dua negara. Hanya karena perbedaan ideologi akibat perang dingin, kemudian terpecah menjadi dua negara, sehingga proses reunifikasi Korea harus terus menerus dijalankan dengan cara damai dan dialog yang intensif. 
 
 
"Ibu Megawati sukses berkontribusi untuk mendamaikan perang dingin di Korea melalui jalan diplomasi kebudayaan yang berkeadaban dan berkeadilan," tandas Sekjen Hasto.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan langsung narasumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X