• Sabtu, 25 Juni 2022

DPR: Waspadai Penyebaran Faham Dan Nilai Baru Yang Masif Karena Bisa Lunturkan Ketahanan Nasional

- Rabu, 27 April 2022 | 13:31 WIB
Seminar literasi digital yang didukung Kementerian Kominfo tema Kiat Membangun Pendidikan Karakter Di Era Digital.   (Kementerian Kominfo )
Seminar literasi digital yang didukung Kementerian Kominfo tema Kiat Membangun Pendidikan Karakter Di Era Digital. (Kementerian Kominfo )

 

SUARAKARYA.ID: eh(DPR)  menyelenggarakan seminar online dengan  tema: “Kiat Membangun Pendidikan Karakter Di Era Digital”. Dalam seminar Literasi Digital ini, terdapat tiga narasumber yaitu Dr. H. Jazuli Juwaini, M.A yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI,   Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc (Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI) serta KH. Wawan Gunawan, S.Sos (Ketua FSPP Provinsi Banten).

Seminar melalui platform zoom meeting ini merupakan inisiasi yang di dukung di Kementerian Kominfo  dengan tujuan diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Baca Juga: Seminar Literasi Digital, Wirausaha Kuat Sama Dengan Bangun Kemandirian Dan Entaskan Kemiskinan

Dalam siaran persnya, Rabu (27/4/2022)

Sesi pemaparan diawali  H. Jazuli Juwaini,  yang  menyampaikan bahwa, Dunia berkembang pesat akibat revolusi teknologi digital. Dunia tanpa batas, makin dekat dan makin kecil. Dunia dalam genggaman (gadget). Teknologi digital mengubah banyak hal seperti cara kita bekerja, belajar, berinteraksi sosial dan bertransaksi bisnis, mengembangkan usaha. Teknologi digital juga mengubah negara seperti cara negara bekerja, mengubah praktek demokrasi (e-democracy), mengubah pelayanan publik bagi warganya, bahkan bisa mengubah cara pandang, identitas, dan karakter sebuah negara.

Penyebaran paham, isme, dan nilai-nilai baru yang dominan menjadi lebih mudah dan massif. Eksesnya bisa melunturkan nilai-nilai kebangsaan dan ketahanan nasional. Ancamannya seperti individualisme, liberalisme, sekularisme, komunisme, terorisme/ekstremisme, etnonasionalisme, sparatisme.

Baca Juga: Antisipasi Pertumbuhan Ekonomi Digital, Indonesia Dorong Bangun Komunalitas G20

Ketahanan nasional Indonesia di era digital yaitu kokoh secara ideologi, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, berkepribadian secara budaya, mampu menangkal ancaman pertahanan dan keamanan nasional.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Artikel Terkait

Terkini

X