• Minggu, 2 Oktober 2022

Bicara Di UI, Luhut: Indonesia Harus Memperluas Networking Dengan Dunia Industri Dan Internasional

- Rabu, 13 April 2022 | 07:44 WIB
Foto: Humas UI
Foto: Humas UI

SUARAKARYA.ID: “Sebagai presidensi G20, Indonesia harus dapat memainkan peran di dunia untuk kebangkitan ekonomi ke depan. Tak hanya itu, Indonesia juga harus outward looking, yaitu memperluas networking dengan dunia industri dan internasional,” kata Jenderal TNI (Purn) Luhut  Binsar Pandjaitan, M.P.A Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Menko
Bidang Marves) dalam Minister Talk: “Bangkit Bersama, Bangkit Lebih Kuat: Indonesia
Menyongsong Pascapandemi Covid-19” di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (12/4/2022).

Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro SE, MA, Ph.D bersama para wakil rektor, para  dekan dan wakil dekan, turut hadir pada acara tersebut. Selain itu kegiatan ini diikuti juga oleh para  mahasiswa peserta mata kuliah pengembangan kepribadian terintegrasi.

Dalam pemaparannya,  Luhut mengatakan bahwa masa depan republik ini berada di era peserta mata kuliah pengembangan kepribadian terintegrasi tersebut. “Anda sebagai seorang pemimpin harus cepat membuat keputusan  dengan mendengarkan pendapat di sekelilingmu. Jangan pernah malu untuk mengakui kamu  dibantu orang lain. Karena karena kalau bekerja sendiri, tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus berpikir bahwa kita bekerja dalam team work dan leadership yang baik,” ujar Luhut berbagi  pengalaman.

“Kunci dari leadership bagi Anda dan kita semua adalah ketauladanan. Memberikan contoh tauladan kepada kanan-kirinya. Saya di akademi militer belajar tiga hal, yaitu Tanggap-Tanggon Trengginas,” kata Luhut.

Ia melanjutkan, tanggap adalah kecerdasan yang tetap dipelihara terus, tanggon merupakan karakter, jiwa, spirit, sedangkan trengginas itu sehat. “Itu yang saya pelihara dalam hidup bahwa karakter itu penting, sesuai dengan kata perbuatan kita. Saya titip persatuan  dan kesatuan menjadi kunci kalau mau Indonesia maju, kita harus kompak,” ujarnya.

Ia juga membahas dampak pandemi Covid-19, penanganan, serta upaya yang telah dilakukan  Pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional. Menurutnya, pandemi membawa dampak besar
terhadap perekonomian negara dunia. Masih banyak negara yang level PDB-nya belum kembali ke  tingkat sebelum pandemi namun posisi Indonesia saat ini sudah kembali (rebound).

“Pandemi belum berakhir, tetapi dunia dihadapkan pada tantangan baru, yakni invasi Rusia ke  Ukraina. Yang menjadi lebih penting adalah pertama kali Amerika Serikat menghadapi satu negara
yang memiliki nuclear power terbesar di dunia, yaitu Rusia. Menanggapi masalah ini, Indonesia  harus cermat bernavigasi sebagai Presidensi G20 berdasarkan UUD 1945,” ungkap koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Jawa-Bali dalam penangan Covid-19.

Dalam materi yang disampaikan, Luhut mengatakan United Nations memperkirakan perang Rusia - Ukraina akan menambah 7,6 -13,1 juta orang kelaparan di seluruh dunia, dan Indonesia tidak termasuk dalam kategori tersebut.

Rusia dan Ukraina berperan penting terhadap ekspor komoditas energi, pangan, dan logam dunia yang menyebabkan kenaikan harga komoditas. Oleh karena itu, Indonesia harus kuat dalam produksi dalam negeri.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

R20 Ajak Gotong Royong Wujudkan Tatanan Dunia yang Damai

Jumat, 30 September 2022 | 20:06 WIB
X