• Sabtu, 13 Agustus 2022

Ketum Alumni FEB UKI Hariara Tambunan Pertanyakan Kapasitas Masinton Berani Mundurkan LBP

- Rabu, 13 April 2022 | 07:11 WIB
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IkaFEB) Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta Hariara Tambunan mempertanyakan kapasitas Masinton berani mundurkan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP)  (AG Sofyan)
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IkaFEB) Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta Hariara Tambunan mempertanyakan kapasitas Masinton berani mundurkan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) (AG Sofyan)
 
 
SUARAKARYA.ID: Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IkaFEB) Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta
Hariara Tambunan mengecam anggota DPR RI Masinton Pasaribu, yang meminta Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) mundur dari kabinet Jokowi.
 
"Yang berhak untuk mengganti anggota kabinet itu adalah Presiden. Presiden Joko Widodo sepenuhnya memiliki hak prerogatif untuk memilih, memberhentikan, dan mengganti para menterinya," tegas Hariara Tambunan kepada suarakarya.id di Jakarta, Selasa (12/4/2022).
 
Menurut Hariara, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu jauh dari sikap menjunjung tinggi etika kesantunan sebagai wakil rakyat yang tidak berhak mencampuri kewenangan lembaga kepresidenan.
 
 
Masinton, lanjut Hariara hanya sebagai anggota partai politik belaka yang kebetulan saat ini beruntung ada di DPR yang tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) sejatinya hanya menjalankan 3 fungsi utamanya sebagai pembuat Undang-undang, melakukan fungsi bujeting, dan fungsi kontrol.
 
"Tidak lebih dari itu. Apalagi mencampuri kewenangan lembaga tinggi lainnya yang sama sekali tidak diberikan kewenangan oleh konstitusi," jelasnya.
 
 
Hariara merasa keheranan atas sikap Masinton yang tidak mengerti fatsun politik dan sistem kenegaraan di Republik ini. 
 
"Seharusnya, dia yang sudah lolos di Senayan dan dari kader Partai yang semestinya mengerti aturan konstitusi kenegaraan malah justru tidak paham dan asbun alias asal ngomong saja. Yang muncul malahan kapitalisasi narasi provokatif mengadu domba Presiden dengan menterinya. Ini kan jelas tidak mendidik rakyat dalam membangun demokrasi Indonesia ke depan," ucap Hariara.
 
 
Terlebih, wakil rakyat Dapil DKI Jakarta ini telah menuduh LBP sebagai brutus dan tirani di Pemerintahan Jokowi. Jelas ini adalah perilaku fitnah dan menjadi cara pembunuhan karakter (character assassination) atas diri privasi Luhut Pandjaitan. 
 
"Pernyataan saudara Masinton itu cenderung membuat permusuhan di tubuh Kabinet Presiden Jokowi dan berpotensi memecah belah kekompakan serta kesolidan Kabinet Jokowi-Maruf Amin yang selama ini telah berdampak positif kinerjanya bagi rakyat terutama dalam menghadapi dan mengatasi Pandemi Covid-19 selama dua tahun tersebut," beber Wabendum DPP Partai Golkar ini. 
 
 
Hariara juga menegaskan bahwa Jenderal Luhut bukanlah tokoh yang mengusulkan jabatan  Presiden 3 periode seperti yang dituduhkan Masinton dan menganggap mantan menteri beberapa periode sejak Pemerintahan Gus Dur, Megawati dan Jokowi ini adalah dalang dibalik demo mahasiswa di sejumlah kota.
 
"Beliau (Luhut-red) hanya menyampaikan aspirasi rakyat yang menginginkan perpanjangan masa jabatan Jokowi," pungkasnya.
 
 
Aspirasi rakyat yang direspon LBP menginginkan Jokowi bisa melanjutkan kepemimpinan nasional karena di rasa sudah banyak kemajuan dan perubahan yang dirasakan warga bangsa ini. Rakyat berharap legacy positif yang ditorehkan Pemerintahan Jokowi bisa terus terjaga dan berkesinambungan jika mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo ini bisa melanjutkan kepemimpinannya. 
 
Mulai dari kemajuan infrastruktur dasar dan strategis, membentang dari Aceh hingga Papua, dari Pulau Miangas sampai ke Pulau Rote. Lalu dampak positifnya terjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tidak Jawa Sentris. Semua daerah di luar pulau Jawa merasakan pembangunan yang tidak semu dari sentuhan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin ini. 
 
 
Hariara mengungkapkan bahwa sukses pemerintahan Jokowi dua periode ini tentu juga tak lepas dari peran pembantu-pembantunya di Kabinet. 
 
Peran vital dan strategis Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) saat mendampingi Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meninjau sekaligus meresmikan penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat di kawasan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumut, Februari 2022. Dalam kunjungannya di Sumut ini Jokowi melakukan sejumlah peresmian, antara lain Jalan Bypass Balige, penataan Kawasan Pantai Bebas Parapat, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Parapat (AG Sofyan)
 
"Salah satunya juga atas peran sentral Pak Luhut karena juga kebetulan antara Pak Presiden dengan Pak Menko Marves ini chemistrinya sudah lama terbentuk sehingga program pembangunan dengan speed yang tinggi bisa dilaksanakan sesuai target," urainya.
 
 
Sebagai putra Batak, Hariara mengaku bangga jiwa patriotisme Jenderal Kopassus ini bisa nyata dirasakan oleh bangsa Indonesia. Bukan saja dari suku Batak saja. Tapi juga anak bangsa lainnya di wilayah nusantara lain.

"Saya yang berdarah Sumut menilai Pak Luhut telah berperan vital, sudah nyata berbuat konkret membangun daerah ini, baik dalam kapasitasnya sebagai menteri maupun sebagai pribadi. Siapa pun yang punya akal dan nalar sehat bisa melihat dengan jernih dan fair. Bahwa dedikasi dan pengabdian Jenderal Luhut untuk kemajuan Sumut dan provinsi lainnya tidak bisa dipungkiri. Seperti di Sumut ibarat batang yang bangkit setelah lama terendam," papar Hariara.

Baca Juga: Sabet Dua Gelar Kejuaraan Jetski Nasional, Aurora Terus Dipompa Motivasi Opung Hariara Tambunan

Pengusaha sukses ini juga menunjuk destinasi Danau Toba kembali berkilau setelah dibesut oleh LBP dengan kemajuan infrastruktur sehingga terjadi konektivitas antar kabupaten/kota di Sumut. Dan sekarang menjadi salah satu destinasi super prioritas pariwisata yang terbaik di luar Jawa.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lirik Terlalu Lama Sendiri-Kunto Aji

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:55 WIB

KIB Kompak Daftar Peserta Pemilu 2024 Bersama

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:05 WIB

Kompak, 3 Ketum Partai KIB Diarak Menuju KPU

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:04 WIB
X