• Minggu, 3 Juli 2022

Indonesia Akan Perjuangkan Kesetaraan Penyandang Disabilitas Di G20

- Senin, 11 April 2022 | 22:55 WIB
Staf Khusus Presiden Bidang  Sosial Angkie D Yosetya  (Jakarta FMB 9)
Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie D Yosetya (Jakarta FMB 9)




SUARAKARYA.ID: Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk memperjuangkan
dan meyujudkan kepentingan negara-negara berkembang tentang Isu Kesetaraan Penyandang Disabilitas di berbagai sektor.

Hal tersebut akan dilakukan dalam pertemuan tingkat tinggi perwakilan bangsa-bangsa
di dunia atau Presidensi G20 tahun 2022.

 “Selama ini, Indonesia terus
menunjukkan komitmennya untuk memberikan perlindungan dan
menyelesaian isu kesetaraan penyandang disabilitas.

Hal ini dibuktikan dengan
membentuk dan melantik anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) serta
dilibatkan dalam panggung gelaran G20 tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Angkie Yudistia dalam diskusi daring bertema "Perempuan Berdaya, Bangsa Berjaya" yang digelar
Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) Senin, (11/4/2022).

"Ini momentum yang membuktikan bahwa perempuan dengan berkebutuhan
khusus menjadi inklusifitas. Jadi negara itu sebenarnya hadir untuk perempuan dengan berkebutuhan khusus," kata Angkie.

Penyandang  disabilitas tuli ini menyebut, sejumlah gebrakan kebijakan pemerintah menunjukkan kepada publik betapa negara sungguh hadir menyelesaian isu kesetaran
penyandang disabilitas.

Kehadiran negara sebagai komitmen untuk memberikan kesempatan yang sama kepada para penyandang disabilitas.

"Saat ini kita menyaksikan sendiri bagaimana Presiden Jokowi dan juga jajaran di
pemerintahaan menunjukkan kepada publik akan komitmen untuk memberikan
kesempatan yang sama kepada perempuan dengan kebutuhan khusus," tutur Angkie.

Penyandang Distabilitas jadi Staf Khusus
Pada kesempatan tersebut, Angkie mengungkapkan bahwa dirinya tak
menyangka akan ditunjuk menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi Bidang Sosial.

Namun menurutnya, penunjukannya tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah melalui Presiden Jokowi memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

"Namun, Bapak Presiden yang benar-benar mau memberi ruang kepada
penyandang disabilitas, perempuan dengan berkebutuhan khusus seperti saya
untuk berkontribusi.

Sehingga, Angkie menilai tugas dan tanggung jawab yang diembannya sebagai
bakti kepada negeri, presiden dan bagian dari bakti kepada penyandang
disabilitas di Indonesia untuk saling berdaya dan memberdayakan.

"Jadi kalau dibilang perasaannya pada waktu itu awalnya juga sempat bingung
gitu, tapi bisa karena terbiasa dengan mengikuti bagaimana sih lingkungan
goverment kita ini bekerja. Jadi lama-lama bisa juga karena terbiasa," ucap
Angkie.

Ia menuturkan, selama menjabat sebagai Stafsus Presiden, pihaknya kerap
berdiskusi dengan kementerian terkait soal bagaimana merealisasikan kebijakan-kebijakan, utamanya untuk melindungi tenaga kerja disabilitas.

"Kita banyak berdiskusi bagaimana merealisasikan kebijakan-kebijakan untuk
melindungi tenaga kerja yang disabilitas," ujarnya.

Selama 2020 hingga 2021 yang merupakan tahun-tahun penuh tantangan bagi
Indonesia usai dihantam pandemi Covid-19, tantangan bagi penyandang disabilitas semakin bertambah besar.

"Pandemi Covid-19 ini membuat perubahaan yang super ekstra dalam
kehidupan seharian kita. Jadi, kami memberi dukungan terhadap kebijakan
pemerintah untuk mensukseskan program yang dijalankan," katanya.

Turut menjadi pembicara Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Yossie  D Yosetya (salah satu pimpinan G20). ***

Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie D Yudistya (Jakarta FMB 9)

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Omicron Diprediksi Mendera Indonesia Juli 2022

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:19 WIB

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 14:23 WIB
X