• Senin, 15 Agustus 2022

Legislator Komisi VIII Endang Maria Minta BPKH Optimalkan Nilai Manfaat Dana Haji Para Jemaah

- Minggu, 10 April 2022 | 12:20 WIB
Legislator Komisi VIII Endang Maria meminta BPKH mengoptimalkan nilai manfaat dana haji para jemaah untuk kemaslahatan ummat (AG Sofyan)
Legislator Komisi VIII Endang Maria meminta BPKH mengoptimalkan nilai manfaat dana haji para jemaah untuk kemaslahatan ummat (AG Sofyan)

SUARAKARYA.ID: Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Endang Maria Astuti meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengoptimalkan nilai manfaat dana haji untuk para jemaah haji. Hal ini menjadi kewajiban BPKH karena institusi negara ini diberikan amanah oleh konstitusi untuk mengelola dana ummat secara bertanggung jawab.

Dari perspektif politisi Beringin, selama ini nilai manfaat para jemaah belum diberikan sesuai harapan dan belum optimal dirasakan oleh masyarakat yang telah menyetorkan biaya perjalanan haji. 

"Menjadi kewajiban dan tanggung jawab penuh BPKH atas nilai manfaat dari pengelolaan Dana Abadi Ummat harus transparan dan akuntabel," tegas Srikandi Golkar di Komisi Agama DPR RI ini di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/4/2022).

Baca Juga: Endang Maria: Pembatalan Haji 2021 Dinilai Sudah Tepat, Polemik Berakhir!

Endang berharap nilai manfaat yang diambil dari Dana Abadi Ummat untuk para jemaah melalui virtual account-nya bisa terkonfirmasi dengan baik.

"Kenaikan biaya haji belum sesuai harapan kita terutama nilai virtual account-nya bagi para jemaah. Kita berharap nilai manfaat atau virtual account yang diterima para jemaah sudah mendekati ekspektasi kita," ungkapnya. 

Baca Juga: Bantuan Ambulance BPKH: Endang Maria Apresiasi Penggunaan DAU Tepat Sasaran

Ungkapan parlemen itu disampaikan Endang Maria saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BPKH Anggito Abimanyu beserta jajarannya di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, akhir Maret lalu.

Dari laporan yang diterima parlemen pada 2021, BPKH mendapat nilai manfaat sebesar Rp10,55 Triliun atau bertambah 41,99 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp7,43 Triliun.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: Liputan Narasumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X