• Jumat, 7 Oktober 2022

Menko Airlangga Minta Polri Tangkap Mafia Minyak Goreng, Mendag Pastikan Pelaku Dipenjara

- Minggu, 20 Maret 2022 | 02:14 WIB
Airlangga Hartarto. (Kemenko Ekonomi.)
Airlangga Hartarto. (Kemenko Ekonomi.)

SUARAKARYA.ID: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah tidak akan menolelir setiap perbuatan hukum, terlebih, yang menyangkut kebutuhan masyarakat.

Airlangga pun meminta kepolisian menindak secara hukum siapa pun yang melanggar hukum terkait kelangkaan dan harga tinggi minyak goreng di Indonesia. "Prinsipnya, yang melawan hukum akan diselesaikan (secara) hukum, ada satgasnya di bawah Polri," tuturnya, dalam keterangan resminya, Jumat (18/3/2022).

Lebih jauh Menko Airlangga meminta aparat penegak untuk segera menangkap mafia minyak goreng. Ia menegaskan, pihak kepolisian atau bea cukai bisa menangkap jika menemukan dugaan mafia kebutuhan yang sempat langka di masyarakat.

Baca Juga: Menko Airlangga Optimis Pelatihan Vokasi Menjadi Solusi Percepatan Pemenuhan Kebutuhan SDM Terampil 

“Penyelundupan (minyak goreng), tangkap saja. Silahkan saja kalau ada (mafia), tangkap. Ada bea cukai, ada polisi, segera tangkap,” ujar Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Menurut Airlangga, pemerintah sudah berupaya menjaga stabilitas kebutuhan minyak goreng di masyarakat. Salah satunya tetap memberi subsidi pada minyak goreng curah di harga Rp 14 ribu per liter. Dengan kebijakan ini, menurut Menko Perekonomian, seharusnya minyak goreng mudah ditemui masyarakat.

Terlebih, pemerintah juga sudah menerjunkan Satuan Petugas (Satgas) Pangan untuk mengawal distribusi minyak goreng ke masyarakat. Bahkan, kata Airlangga, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga siap mengamankan distribusi minyak goreng ke pasar.

Menko Airlangga Hartarto bersama Mendag Muhammad Luthfi, Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo dan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Setkab.)

“Pak Kapolri juga sudah menyarankan bahwa distribusi ke pasar akan diamankan Satgas Pangan,” ujar Airlangga.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X