• Sabtu, 13 Agustus 2022

Irwan: Jasa Gus Dur Sangat Fundamental Menghilangkan Diskriminasi, Tak Hanya Diskriminasi Etnis

- Rabu, 23 Februari 2022 | 18:46 WIB
Irwan Hidayat sebagai influencer dan Bos SidoMuncul mengungkapkan jasa Gus Dur sangat fundamental bagaimana menghilangkan diskriminasi etnis saja tapi pada tindakan diskriminasi itu sendiri (AG Sofyan)
Irwan Hidayat sebagai influencer dan Bos SidoMuncul mengungkapkan jasa Gus Dur sangat fundamental bagaimana menghilangkan diskriminasi etnis saja tapi pada tindakan diskriminasi itu sendiri (AG Sofyan)
 
SUARAKARYA.ID: Imlek tahun 2022 ini bagi Irwan Hidayat sejatinya tidak sekedar merayakan dimulainya tahun baru Cina. Namun lebih dari itu adalah juga momentum mengungkapkan rasa syukur dan berkat Tuhan karena atas jasa baik Gus Dur alias Abdurrahman Wahid, Imlek kembali bisa dirayakan dengan tanpa rasa cemas dan ketakutan dari seluruh masyarakat Tionghoa di Nusantara ini. 
 
Imlek, kata Irwan adalah bagaimana
mengenang keberadaan Gus Dur. Ia menyebutkan, Presiden keempat Indonesia itu sangat berjasa bagi negeri ini, sebagai sosok yang mampu menghapus diskriminasi SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan) dan membumihanguskan praktik-praktik intoleransi. 
 
"Kita tidak hanya membicarakan tentang perayaan Tahun Baru Imlek saja tapi juga di semua lini. Mulai dari kecenderungan masyarakat untuk memilih lagu, pendidikan, berkesenian dan berbudaya hingga penamaan hotel, simbol-simbol, makanan, atau tempat  hingga pemilihan baju pun, saat ini sudah sangat berbeda saat sebelum era Gus Dur. Jadi sudah sangat luar biasa apa yang dilakukannya untuk kami. Kebebasan untuk kami hidup, tinggal, dan mati di bumi pertiwi ini yang tidak bisa lupakan karena jasa mulia Gus Dur," tutur Irwan Hidayat lewat wawancara sambungan telepon dengan suara karya.id di Jakarta. 
 
 
Menurut Irwan, diskriminasi ini sangat berbahaya bagi masa depan negara Indonesia ini jika dibiarkan. Layaknya penyakit kanker, diskriminasi akan tumbuh berkembang secara pelan tapi pasti menyebar dan akhirnya akan terjadi self diskriminasi atau mendiskriminasi diri sendiri .
 
"Mungkin awalnya diskriminasi pada etnis Tionghoa. Tapi kan bukan tidak mungkin, kalau saat itu Gus Dur tidak naik atau tidak jadi presiden, akan berbeda dengan keadaan saat sekarang. Misalnya, yang hanya boleh jadi presiden itu etnis Jawa saja. Atau lebih parah lagi, yang berbau barat saja yang boleh tampil," ungkapnya.
 
Dengan hilangnya diskriminasi, tegas, Irwan, saat ini Indonesia bisa maju dan berkembang lebih pesat lagi. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat kita. 
 
 
"Yang dilakukan Gus Dur ini sangat fundamental. Yaitu menghilangkan diskriminasi. Bukan hanya diskriminasi etnis ya. Tapi pada tindakan diskriminasi itu sendiri," ucapnya. 
 
Oleh karena itu, Irwan menyebutkan setiap kali merayakan Imlek, warga negara Indonesia keturunan Tionghoa selalu ingat akan jasa Gus Dur sekali pun hanya 2 tahun menjabat sebagai Presiden ke 4 dari tahun 1999 hingga 2001.
 
"Kami selalu mendoakan Gus Dur dan keluarganya. Gus Dur bukan saja berjasa bagi kaum etnis Tionghoa, tapi yang paling penting Gus Dur justru sangat berjasa bagi negeri ini. Saya mengatakan ini, karena diskriminasi yang dilakukan akan membuat negara tidak bisa maju," tutur Irwan yang juga dikenal sebagai influencer ini. 
 
 
 
Tugas Tuhan
 
Bos SidoMuncul ini juga menceritakan bahwa dirinya pernah bertanya kepada Gus Dur ketika sudah tidak menjadi presiden dan mampir ke SidoMuncul.
 
Irwan Hidayat bersama Tokoh Islam moderat, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) yang sama-sama sepemikiran dengan Gus Dur tentang pengakuan hak-hak asasi dalam kebebasan beragama, menganut keyakinan, toleransi, anti diskriminasi (AG Sofyan)
 
"Saya bilang: Gus, njenengan (anda) adalah orang sangat jenius. Diberi tugas oleh Tuhan untuk menghilangkan diskriminasi di Indonesia selama 5 tahun, Gus bisa menyelesaikan dalam dua tahun. Kata Gus Dur hanya menjawab:  yang benar cuma 18 bulan, seraya tertawa," ungkap filantropi Indonesia ini. 
 
Imlek Nasional 2022 ini kembali dinyatakan oleh sebagian masyarakat Indonesia, khususnya etnis Tionghoa adalah dengan berupaya membangun tradisi kebersamaan. Cinta kasih menghapus bencana, tampaknya masih relevan menjadi tema besar
diperingati dan dimaknai di Tahun Macan Air ini. 
 
 
 
Sebagian tokoh masyarakat yang masih keturunan Tionghoa, seperti Irwan ini juga menyampaikan bahwa saat sekarang, Imlek tidak harus diperingati dengan perayaan yang berlebihan, mengingat dua tahun ini banyak masyarakat yang dilanda kesulitan akibat pandemi. 
 
"Tentunya kita, juga ikut prihatin dan merasakan kesulitan masyarakat saat pandemi Covid-19 ini. Melu ngrumangsani (ikut merasakan). Namun dengan semangat gotong royong kita saling jaga, saling dukung, saling membantu. Dalam peringatan sederhana ini, mari kita lanjutkan tradisi gotong royong dengan cinta kasih, karena kita adalah satu keluarga," ungkapnya. 
 
Irwan pun ingin mengupayakan hadirnya tradisi baru yang dapat kembali berlangsung pada perayaan Imlek berikutnya, yakni saling membantu, saling menjaga, dan saling mendukung dalam melewati semua kesulitan. 
 
 
"Tidak hanya dalam lingkup keluarga, namun juga lintas keluarga, lintas etnis dan lintas iman, layaknya satu keluarga besar Indonesia yang selaras dengan tema utama Imlek tahun ini yakni, menggerakkan cinta kasih, untuk menghapus bencana," tutur sulung dari 5 bersaudara generasi ketiga SidoMuncul ini. 
  
Sebelumnya Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutan Imlek 2022 mengajak semua warga untuk tetap optimistis. 
 
“Dua tahun dilanda pandemi, kita belajar banyak hal. Belajar menguatkan empati, membangkitkan solidaritas dan kepedulian tanpa batasan dan melakukan aksi spontan secara sendiri-sendiri maupun kelompok untuk mengatasi dampak luas pandemi," ujar Presiden Jokowi
 
 
Presiden Jokowi tak lupa mengapresiasi aksi solidaritas yang dilakukan oleh warga Indonesia Tionghoa, karena telah menjadi jembatan silaturahmi dan kesempatan untuk saling menguatkan.
 
“Tugas kita ke depan masih banyak. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat terus mengoptimalkan upaya penanganan pandemi. Tahun baru ini, mari kita berdoa, bekerja dan berikhtiar dan tetap optimistis menyiapkan diri untuk menyongsong tahun baru dengan semangat kebersamaan,” demikian Presiden mengakhiri pesannya dengan ucapan selamat tahun baru Imlek 2022.***

Editor: Markon Piliang

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lirik Terlalu Lama Sendiri-Kunto Aji

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:55 WIB

KIB Kompak Daftar Peserta Pemilu 2024 Bersama

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:05 WIB

Kompak, 3 Ketum Partai KIB Diarak Menuju KPU

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:04 WIB
X