• Jumat, 27 Mei 2022

Ustad Das'ad Latif Ajak Praja IPDN Tetapkan Ber-AKHLAK, Mantapkan Jati Diri dan Nasionalisme

- Kamis, 27 Januari 2022 | 21:10 WIB
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) hadirkan Ustad Das'ad Latif dalam pembekalan Praja IPDN secara hybrid dengan mengajak praja menerapkan Ber-AKHLAK untuk memantapkan jati diri dan nasionalisme tinggi (AG. Sofyan)
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) hadirkan Ustad Das'ad Latif dalam pembekalan Praja IPDN secara hybrid dengan mengajak praja menerapkan Ber-AKHLAK untuk memantapkan jati diri dan nasionalisme tinggi (AG. Sofyan)

SUMEDANG: Semakin kompleksnya perkembangan dunia saat ini, membutuhkan keikhlasan, kecerdasan, dan kerja keras dari semua praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk menciptakan pamong praja berkarakter dan berjati diri kuat dalam membentuk ekosistem kenegaraan dan masyarakat yang memiliki ketahanan yang mantab.
 
Untuk memiliki jati diri, karakter yang kuat, dan moral yang tinggi, para praja maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) harus diberikan bekal penguatan mental dan spiritual dari para tokoh yang kompeten dan pengalaman dibidangnya.
 
Pada momentum Pembekalan 
Leadership Alignment Session yang di gelar di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (26/1/2022), Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Dr Hadi Prabowo, MM menghadirkan penceramah kondang dan intelektual Islam, Ustadz Dr Das'ad Latif, untuk memberikan bekal spiritual, motivasi dan pencerahan kepada ratusan Praja, Pimpinan IPDN, Dosen, Widyaiswara, dan staf secara luring dan puluhan ribu praja secara daring dari Kampus IPDN Jakarta, Sumbar, NTB, Kalbar, Sulsel, Sulut, dan Papua. Tema yang diangkat dalam pembekalan ini adalah : Dengan Melalui Penguatan Mental dan Spiritual, Kita Mantapkan Jati Diri ASN dan Praja yang Lebih Beriman, Bertaqwa, dan Berakhlak, Berorientasi Pelayanan AKHLAK.
 
 
Sedianya pembekalan tersebut juga menghadirkan  Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian (President ESQ Group). Namun karena Ary dikabarkan masih sakit, maka motivator nasional ini hanya menyampaikan salam hormat dan sehat kepada segenap Civitas Akademika IPDN.
 
Rektor Hadi menyebutkan saat ini 
IPDN memiliki 3 fakultas, dengan jumlah peserta didik sejumlah 5.849 praja, yaitu Politik Pemerintahan, Manajemen Pemerintahan dan Hukum Tata Pemerintah. Khusus di kampus Jakarta, diselenggarakan Program Paska Sarjana.
 
"Dalam acara ini, kami ingin menyampaikan bahwa di tengah tantangan kompleks dengan adanya perkembangan teknologi, digitalisasi dan globalisasi, sangat penting untuk menjadikan agama sebagai landasan kuat menjadi bekal praja kelak memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara serta pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tanpa itu, disrupsi era teknologi bisa memunculkan ego kelompok, ego sentris yang ujungnya akan menggerus nilai keimanan dan nilai nasionalisme, yang akhirnya akan menjebak kita dalam informasi yang tak sejalan dengan etika budaya dan agama yang kita yakini," tutur Rektor Hadi.
 
 
Sehingga, penguatan mental dan spiritual ini, lanjut dia, akan menjadi komponen penting dalam membentuk jati diri dan karakteristik ASN yang mengusung tinggi kepribadian dan nasionalisme.
 
"Kepribadian ini sering kali luntur karena adanya globalisasi. Yang terlihat dengan adanya kasus perundungan, pelecehan seksual maupun penipuan online. Hal ini terjadi karena landasan keagamaan kurang begitu kuat," ucap Hadi yang sebelumnya adalah Sekjen Kemendagri ini.
 
Rektor IPDN ini mengatakan dengan menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi agamis, diharapkan akan mampu membentuk kepribadian holistik.
 
 
"Yaitu kepribadian yang bisa menunjukkan ketahanan hidup berdasarkan pada nilai agama dan spiritual, penguasaan ilmu pengetahuan serta kecakapan dan penguasaan keterampilan yang mumpuni," jelasnya.
 
Target utama, selanjutnya, adalah Praja IPDN sebagai kader pamong praja dan calon pemimpin masa depan yang berkarakter dan berjati diri bangsa Indonesia, tentunya dengan berlandaskan pada keimanan dan ketakwaan, insya Allah akan bisa mengelola negara dengan berkah dan ridlo Tuhan.
 
"Jika kita belajar dan bekerja berdasarkan pada ibadah, maka semuanya akan dilakukan tanpa keterpaksaan dan dengan penuh keikhlasan. Serta akan mampu menciptakan pengendalian diri, pengendalian emosi dan mampu menyerap berbagai perkembangan apa pun yang kita teima dengan bijak," ungkap birokrat karir yang mengawali dari Pemprov Jateng ini.
 
 
Pembentukan karakter Praja IPDN ini akan menghindarkan individu milenial dari keterjebakan isu hoaks, ujaran kebijakan, bahaya narkoba dan radikalisme.
 
"Yang kita ingin ciptakan adalah Praja IPDN yang memiliki visi menciptakan pamong praja yang unggul, profesional, berintegritas dan berdaya saing sehingga mampu memberikan rasa aman, kenyamanan dan pelayanan optimal pada masyarakat," pungkas alumni Undip ini.
 
SDM Ber-AKHLAK
 
Dalam kesempatan yang sama Guru Besar Universitas Hassanudin, Ustad Dr. Das'ad Latif memberikan pembekalan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berorientasi kepada nilai-nilai pelayanan AKHLAK yakni Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. 
 
 
Ustad Das'ad  menjelaskan kebesaran Allah yang melimpahkan keragaman sumberdaya alam, budaya, dan pemandangan di Indonesia yang merupakan daya tarik bagi negara lain.
 
"Dengan berbagai kekayaan sumberdaya alam ini, rasanya sulit dipercaya Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hutang," ujar Ustad Das'ad.
 
Ditambah dengan jaminan konstitusi atas kebebasan menjalankan keyakinan dari setiap individu warga negara, menciptakan ujaran Indonesia sebagai serpihan surga yang ada di dunia.
 
 
"Sehingga tak ada alasan bagi orang Indonesia untuk berhenti mencintai Republik Indonesia ini. Karena, negara ini adalah negara paling hebat yang oleh ulama dahulu disebut sebagai Baldatul Thoyyibatun Warrobun Ghofur," tutur penceramah asal bumi Makassar ini.
 
Tapi, lanjutnya, kehebatan Indonesia saat ini tercoreng oleh tindakan sebagian orang yang sudah salah mengurus negara ini.
 
"Praja IPDN yang kedepannya adalah pengelola negara ini, maka haruslah menempa diri untuk menjadi pamong praja yang memiliki kualitas dan kompetensi untuk mengurus negara ini dengan penuh amanah, bertanggung jawab dan kembali mendasarkan kepada ridlo Allah," tandas mubaligh yang banyak followernya di berbagai sosmed ini.
 
 
Ustad Das'ad menyebutkan untuk menjadi pamong praja terbaik, maka yang perlu dilakukan pertama adalah mensyukuri atas kesempatan menimba ilmu di IPDN. 
 
"Jutaan lulusan SMA yang menginginkan melanjutkan pendidikan di IPDN. Tapi Allah mentakdirkan kalian yang terpilih. Jadi jangan disia-siakan. Pendidikan yang tak memungut bayaran, makan pun tak perlu bayar, pakaian sudah disediakan dan semua fasilitas gratis. Bersyukurlah dengan belajar yang baik. Jangan sia-siakan waktu. Lulus dari IPDN harus lah menjadi lulusan terbaik dibandingkan semua universitas lainnya karena kalian terseleksi dan terpilih dari berbagai aspek," katanya.
 
Dan ia menegaskan, tak ada alasan bagi lulusan  IPDN untuk menjadi pejabat korup ataupun pejabat yang pesta narkoba.
 
 
"Kalian sudah diberikan fasilitas belajar mengajar terbaik oleh negara. Keluar dari IPDN, jadilah pamong praja berkualitas. Yang bagaimana? Ya yang ber-AKHLAK. Tanpa kekuatan AKHLAK, kecerdasan tak ada gunanya. Kekuatan AKHLAK adalah kunci penting pamong praja berkualitas," tegas Das'ad.
 
Pendakwah alumni Universitas Hasanudin dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar ini menegaskan pamong praja yang berkarakter dan berjati diri itu adalah individu yang akuntabel yang berhitung berdasarkan angka riil bukan perasaan, individu yang kompeten dan ada di bidang yang sesuai dengan kompetensinya, individu yang mampu menciptakan harmonisasi di tengah keragaman Indonesia, individu yang loyal pada institusi, individu yang adaptif pada perubahan dan mampu mengikuti perkembangan serta individu yang mampu berkolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.***

Editor: Agoes Sofyan, SH.MM

Sumber: Liputan Streaming

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X