• Jumat, 27 Mei 2022

Sekjen Lodewijk: Golkar Apresiasi Jadwal Pemilu 14 Februari 2024, Siap Kawal dan Sukseskan!

- Kamis, 27 Januari 2022 | 06:22 WIB
Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk  F. Paulus mengapresiasi jadwal Pemilu 14 Februari 2024 dan Golkar siap mengawal dan mensukseskan Pemilu 2024  (AG Sofyan)
Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus mengapresiasi jadwal Pemilu 14 Februari 2024 dan Golkar siap mengawal dan mensukseskan Pemilu 2024 (AG Sofyan)

JAKARTA: Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, dan pemerintah menyepakati jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar pada 14 Februari 2024. Keputusan ini sekaligus menegaskan kepastian pelaksanaan Pemilu 2024 yang sebelumnya sempat alot dibicarakan antara penyelenggara pemilu, pemerintah dan parlemen.
 
Atas kesepakatan dan komitmen para pemangku kepentingan tersebut, Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus mengapresiasi kesepakatan jadwal pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang. 
 
Lodewijk meminta kader Golkar mengawal proses penyusunan tahapan pemilu untuk menghindari tragedi gugurnya petugas pemungutan seperti yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu.
 
 
“Kita tentu tidak mengharapkan tragedi gugurnya petugas pemungutan suara Pemilu 2019 terulang. Saya minta kader Golkar di DPR mengawal proses penyusunan tahapan untuk mengantisipasi hal itu,” ungkap Lodewijk yang juga Wakil Ketua DPR RI ini kepada suarakarya.id di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (26/1/2022).
 
Menurut Sekjen Lodewijk, Golkar berkepentingan mengawal dan mengamankan pesta demokrasi 5 tahunan di Indonesia ini bisa berjalan dengan baik, lancar, damai, dan dengan dilaksanakan seluruh tumpah darah Indonesia dengan perasaan suka cita. 
 
Legislator Senayan Dapil Lampung I ini menegaskan Pemilu merupakan hajatan seluruh rakyat Indonesia maka semua pihak harus bersuka cita dan mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan dalam berdemokrasi memilih wakil rakyat, Presiden dan Wapres dalam rangka untuk menentukan arah masa depan bangsa. 
 
Purnawirawan Jenderal Angkatan Darat yang kini berkiprah di politik praktis ini juga menyarankan agar durasi kampanye bisa disesuaikan untuk mencegah polarisasi yang bisa terjadi di masyarakat. Paling tidak berkaca dan belajar dari pengalaman Pemilu 2019.
 
 
"Jangan sampai, hanya karena pesta demokrasi, rakyat menjadi  terbelah karena perbedaan preferensi politik. Tentu hal itu jauh dari tujuan pesta demokrasi yang sesungguhnya. Semua pihak harus bisa bergotong-royong menyukseskan Pemilu 2024 dengan aman, lancar dan damai,” tandas Lodewijk.
 
Lodewijk juga mengungkapkan, sampai saat ini Indonesia masih belum bebas dari pandemi Covid-19. Hal itu memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait pelaksanaan pemilu kedepan. Namun, Golkar, kata dia, akan menjadi garda terdepan untuk memastikan Pemilu 2024 aman dari Covid-19 sehingga  masyarakat merasa tidak ketakutan harus melakoni hajatan Pemilu.
 
“Sekali lagi, Golkar akan mengawal penyusunan tahapan dan teknis pemungutan agar tragedi Pemilu 2019 tidak terulang pada Pemilu 2024 mendatang,” tegas Sekjen Lodewijk.
 
 
Sebelumnya, DPR, pemerintah, dan KPU telah bersepakat menentukan pelaksanaan Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024. Jadwal ini menjadi upaya jalan tengah agar ada jeda antara pelaksanaan Pemilu 2024 dengan Pilkada 2024. 
 
Kesepakatan jadwal ini sejatinya mempertimbangkan berbagai masukan agar tidak terjadi penumpukan beban tugas penyelenggara pemilu.***
 

Editor: Agoes Sofyan, SH.MM

Sumber: Humas Partai Golkar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X