• Selasa, 16 Agustus 2022

Ketum Pengajian Al-Hidayah Bersyukur Menko Airlangga Diakui Baznas Sebagai Tokoh Penggerak Zakat Nasional

- Jumat, 21 Januari 2022 | 20:48 WIB
Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian mengapresiasi Menko Airlangga dianugerahi Baznas sebagai Tokoh Penggerak Zakat Nasional  (AG Sofyan)
Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian mengapresiasi Menko Airlangga dianugerahi Baznas sebagai Tokoh Penggerak Zakat Nasional (AG Sofyan)

JAKARTA: Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) memberikan penghargaan Baznas Award 2022 kepada Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
sebagai salah satu tokoh penggerak zakat nasional.
 
Penghargaan ini diberikan atas peran Airlangga dalam melakukan koordinasi pengelolaan zakat sebagai salah satu instrumen implementasi keuangan syariah.
 
Penghargaan dan apresiasi tinggi dari lembaga Zakat, Infaq, Shodaqoh (ZIS) negara ini kepada Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini diacungi jempol oleh Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian kepada suarakarya.id di Jakarta, Jumat (21/1/2022)
 
“Selamat untuk Bapak Airlangga Hartarto atas terpilihnya sebagai Tokoh Penggerak Zakat Nasional. Apresiasi ini menunjukkan kinerja beliau dan Kemenko Perekonomian RI yang luar biasa dalam menggerakkan ekonomi umat,” ungkap Hetifah.
 
Kemenko Perekonomian RI yang dipimpin oleh Airlangga, telah berperan aktif melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang bekerja sama dengan Baznas dan berbagai kementerian atau lembaga terkait untuk mendorong peningkatan indeks keuangan inklusif melalui zakat. 
 
Atas dasar inilah, Baznas juga memberikan penghargaan kepada Kemenko Perekonomian sebagai salah satu lembaga negara pendukung zakat Indonesia.
 
Hetifah berkata, selain menjadi hal yang wajib sesuai rukun Islam yang keempat, zakat juga memiliki peran penting untuk pengembangan ekonomi syariah. Apalagi Indonesia merupakan negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia dengan jumlah penduduk muslim sebesar 231,06 juta.
 
Mengutip Peraturan Presiden Nomor 114 tahun 2020, zakat merupakan instrumen yang strategis dan esensial untuk mendukung capaian target indeks keuangan inklusif sebesar 90% pada tahun 2024. 
 
"Berdasarkan survei DNKI tahun 2020, indeks keuangan inklusif meningkat dari 76,19% pada tahun 2019 menjadi 81,4% pada tahun 2020 untuk aspek penggunaan akun atau rekening," tutur Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
 
Legislator Perempuan Beringin Dapil Kaltim ini juga menyampaikan harapan ke depan agar terjadi sinergitas antara Kemenko Perekonomian, Baznas dan juga DPP Pengajian Al-Hidayah untuk meningkatkan kebermanfaatan zakat dan ekonomi syariah bagi masyarakat Indonesia.***

Editor: Agoes Sofyan, SH.MM

Artikel Terkait

Terkini

Lirik lagu "Itu Kamu" - Reybong

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:34 WIB

Deklarasi Koalisi Gerindra -PKB  Bisa Bikin Nyaman 

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:00 WIB

Arsul Sani Terima Dewan Pers, Terkait RKUHP

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:59 WIB
X