• Sabtu, 10 Desember 2022

Kepemimpinan 2024-2029: Masyarakat Ingin Kemajuan Ekonomi, Elektabilitas Airlangga Hartarto Tertinggi

- Minggu, 2 Januari 2022 | 23:03 WIB
Menteri Koordinator Ekonomi dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto akan memenangkan Pilpres pasca Presiden Joko Widodo 2024 – 2029 karena masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi.
Menteri Koordinator Ekonomi dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto akan memenangkan Pilpres pasca Presiden Joko Widodo 2024 – 2029 karena masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi.

JAKARTA: Airlangga Hartarto yang Menteri Koordinator Perekonomian dan Ketua Umum Partai Golkar, akan terpilih menjadi pemimpin Indonesia pasca presiden Joko Widodo jika pemilihan presiden (Pilpres) dilaksanakan saat ini.

Begitu hasil survei dari Panel Survei Indonesia yang juga mencatat masyarakat menginginkan kepemimpinan nasional tahun 2024 – 2029 kuat pada aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintah yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional.

Apalagi hasil survei juga menunjukkan, sebanyak 72,6 persen publik menilai puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo selama memimpin bangsa ini.Sedangkan yang menilai tidak puas hanya sebanyak 24,1 persen dengan 3,3 persennya tidak menjawab atau tidak tahu.

Sosok Airlangga Hartarto yang mengawal bidang ekonomi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo sejalan dengan keinginan masyarkat untuk memimpin Indonesia pada tahun 2024-2029. Juga ada harapan kesinambungan pembangunan dari era Jokowi.

Direktur Eksekutif Panel Survei Indonesia ( PSI) Andri Gunawan.SE mengemukakan terhadap tokoh yang bakal dipilih jika pilpres digelar hari ini, dengan didasarkan pada tiga aspek yang kepemimpinan pasca presiden Joko Widodo,pada tahun 2024-2029 yaitu aspek ekonomi, pemerintahan yangg bersih & stabilitas politik dan keamanan, maka Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang diingin dan dipilih dengan tingkat elektabilitas  18,3 persen.

Setelah itu untuk posisi lima besar,  di posisi kedua Prabowo Subianto 16,2 persen, Ganjar Pranowo 14,4 persen,Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) 5,9 persen, dan Sri Mulyani 5,4 persen. Baru kemudian muncul Anies Baswedan 3,3 persen,Muhaimin Iskandar 3,2 persen,Puan Maharani 3,2 persen,Muldoko 3,1 persen,Sandiaga Uno 3,1 persen, Harry Tanoesudibjo 2,4 persen Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Khofifah Indarparawangsa 1,9 persen ,Erick Thohir  1,7 persen dan yang belum memilih 13,7 persen.

“Masyarakat menginginkan kepemimpinan nasional tahun 2024 – 2029 kuat pada aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintah yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional,” kata Andri Gunawan dalam rilisnya yang diterima Minggu (2/1/2022).

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei dari lembaga Panel Survei Indonesia, masyarakat menempatkan pilihan aspek kemajuan ekonomi yang pertama. Sebanyak 89,9% masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi dengan  pertumbuhan ekonomi, 84,2% menginginkan pemerintahan yang bersih dan 70,3% menginginkan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.

Sedangkan  pemerintah yang kuat menurut masyarakat yang jika Presiden di dukung oleh mayoritas DPR sebanyak 82,9 persen, didukung pelaku bisnis/dunia usaha baik dalam dan luar negeri 88,6 persen, serta yang menyatakan mampu mengendalikan aparat hukum dan keamanan sebanyak 90,7 persen

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

X