• Selasa, 28 Juni 2022

Webinar MWA UI, Ketua DPR: Menara Gading Di Pendidikan Tinggi Harus Ditinggalkan

- Rabu, 2 Juni 2021 | 15:26 WIB

JAKARTA: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr. (HC) Puan Maharani S.Sos., hadir dan menyampaikan keynote speech pada webinar series Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) Seri ke-3 dengan tema "Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan."

Acara ini ditayangkan di kanal Youtube Universitas Indonesia dan UI teve. Pada Webinar MWA UI Seri Pertama bertema “Tantangan dan Strategi Sektor Keuangan  untuk Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” dan Webinar MWA UI Seri Kedua yang bertema “Pentingnya Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan dalam Memerangi Covid-19,” webinar ini mendapat sambutan positif.

Dalam pemaparannya, Puan mengatakan bahwa kondisi menara gading dunia pendidikan Indonesia sudah tidak dapat lagi dipertahankan karena membuat para peserta didik tidak adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Menara gading adalah kondisi dimana pendidikan menjadi tempat seseorang belajar sambil terpisahkan dirinya dari masyarakat, dan setelah selesai maka kembali ke masyarakat, tanpa memahami cepatnya perubahan yang terjadi di luar kampus,” ujarnya menjelaskan.

Kampus kemudian hanya menjadi sebuah pabrik gelar-gelar akademis, dan menjadikan peserta didiknya minim kemampuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, salah satu gelombang perubahan zaman yang harus dihadapi generasi bangsa sekarang adalah perkembangan teknologi-informasi yang begitu cepat.

Perkembangan robotik, kecerdasan buatan, blockchain, crypto currency, dan algoritma kesadaran adalah beberapa hal yang harus dipelajari generasi masa kini untuk menambah kemampuan masa depan mereka. Untuk itulah pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi sebuah keharusan.

Tantangan penguasaan atas teknologi informasi dan komunikasi yang dihadapi oleh generasi masa depan ini juga disepakati oleh Prof. Ari Kuncoro S.E., M.A., Ph.D.

“Kegagalan untuk menguasai teknologi menyebabkan bangsa kita menjadi rentan terhadap arus serbuan berita palsu atau hoaks. Selain itu, kegagapan teknologi juga berkorelasi terhadap lahirnya kemiskinan di bidang literasi informasi. Di sinilah, pendidikan jelas memikul tanggung jawab utama,” ujarnya dalam sambutan.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

X