• Selasa, 16 Agustus 2022

KH Khariri: Waspadai Narasi Khilafah Di Konflik Palestina

- Jumat, 28 Mei 2021 | 19:50 WIB
Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Khariri Makmun Lc MA (Foto: AntaraNews)
Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Khariri Makmun Lc MA (Foto: AntaraNews)

JAKARTA: Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Khariri Makmun Lc MA meminta masyarakat mewaspadai kelompok yang menggunakan narasi khilafah di konflik Palestina.

KH Khariri, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/5/2021), mengatakan bahwa isu khilafah di Indonesia adalah agenda dari kelompok-kelompok radikal intoleran, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dilarang pemerintah.

Menurut dia, isu-isu seperti konflik Israel dan Palestina ini kerap dijadikan propaganda dan eksistensi dari ideologi khilafah mereka.

”Memang mereka cukup ahli dalam memanfaatkan isu-isu internasional dunia Islam lalu digunakan sebagai propaganda untuk kepentingan mereka. Oleh karena itu kita hendaknya mewaspadai isu-isu tersebut,” ujar KH Khariri Makmun seperti dilansir 

Tetapi, kata Khariri, masyarakat saat ini tentunya sudah semakin cerdas, apalagi dibarengi dengan usaha pemerintah untuk meningkatkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat pada semua segmen, maka yang perlu dilakukan adalah mencerdaskan masyarakat agar semakin banyak yang menjauhi paham atau ideologi khilafah tersebut.

”Isu-isu tentang Palestina mudah digoreng HTI atau kelompok-kelompok radikal intoleran untuk dijadikan alat sebagai propaganda mereka terkait khilafah. Kemudian mereka akan membuat propaganda bahwa Palestina lemah, Palestina tidak bisa kita bebaskan karena kita tidak punya sistem khilafah yang satu, yang bisa membentengi seluruh wilayah-wilayah Islam,” terang Khariri seperti dilansir AntaraNews. 

Menurut dia, narasi-narasi seperti itulah yang selama ini selalu diulang-ulang mereka, yakni dari dulu apa pun masalahnya solusinya adalah khilafah. menyederhanakan persoalan dan dia tidak mau melihat bahwa ada banyak variabel di sana. Padahal setiap persoalan itu memiliki banyak persoalan, banyak faktor, dan variabel yang lain.

”Persoalan itu (konflik Israel-Palestina) memang bisa membuat masyarakat bisa terpecah terkait cara memahaminya. Apalagi selain isu khilafah, di media sosial (medsos) saat ini banyak yang pro terhadap Israel,” jelasnya.

Padahal, katanya, fenomena seperti ini dulu tidak pernah terjadi. Oleh karena itulah dirinya menyebut kalau hanya mengacu pada medsos, maka opini masyarakat bisa jadi termanipulasi, karena tidak mendapatkan berita atau fakta yang sebenarnya, sehingga dalam menyikapi persoalan Palestina harus tetap untuk proporsional.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

Lirik lagu "Itu Kamu" - Reybong

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:34 WIB

Deklarasi Koalisi Gerindra -PKB  Bisa Bikin Nyaman 

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:00 WIB

Arsul Sani Terima Dewan Pers, Terkait RKUHP

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:59 WIB
X