• Minggu, 26 Juni 2022

Terjunkan 862 Praja Utama IPDN: Rektor Hadi Ingin Pilkada Sehat-Sukses

- Selasa, 8 Desember 2020 | 20:18 WIB
Rektor IPDN, Dr Hadi Prabowo saat melepas 862 Praja Utama IPDN untuk membantu monitoring pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 (Ist)
Rektor IPDN, Dr Hadi Prabowo saat melepas 862 Praja Utama IPDN untuk membantu monitoring pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 (Ist)

SUMEDANG: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak yang akan digelar besok, Rabu (9/12/2020) harus didukung dan dikawal secara profesional oleh seluruh komponen masyarakat. Tak terkecuali para Praja yang saat ini masih menimba ilmu pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Terlebih Pilkada Serentak di masa pandemi Covid-19 membutuhkan solidaritas dan dukungan profesional dari calon abdi negara tersebut.

Komitmen IPDN untuk mensukseskan Pilkada Serentak di masa pandemi dibuktikan dengan menerjunkan sebanyak 862 Praja Utama yang diberi mandat oleh Rektor IPDN untuk memantau pelaksanaan Pilkada Serentak di beberapa provinsi dan kota/kabupaten di Indonesia yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020 ini.

"Untuk melihat situasi dan kondisi empirik serta kajian akademis di lapangan, maka kami menugaskan Praja Utama untuk turun langsung ke lapangan atau turun ke bawah (turba). Kami menugaskan 862 orang Praja Utama dengan rata-rata tiga orang Praja di sembilan provinsi, 37 kota dan 224 kabupaten," ujar Rektor IPDN Hadi Prabowo di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (6/12/2020).

Hadi Prabowo menuturkan IPDN merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri yang mendapat tugas tambahan akademik untuk memonitor pelaksanaan Pilkada Serentak di sembilan provinsi, 37 kota dan 224 kabupaten yang dihelat pada 9 Desember 2020.

Mantan Sekjen Kemendagri ini mengatakan Praja Utama atau Praja semester akhir ini, terlebih dahulu sudah mendapatkan pembekalan khusus untuk menjalankan tugasnya dalam melaksanakan monitoring tahapan pelaksanaan pilkada di daerahnya.

"Kami (IPDN-red) melalui satuan Praja Utama telah berinisiatif membantu baik pemerintah, KPU, dan Bawaslu memonitor pelaksanaan pilkada di seluruh daerah. Ikut membantu, mengawal, dan memastikan apakah keseluruhan tahapan pelaksanaan pilkada mulai dari tahapan kampanye sampai kondisi di tempat pemungutan suara telah berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau tidak. Termasuk Protokol Kesehatan (Prokes) dengan menegakkan dan menjalankan pesan Ibu 3 M," tandas birokrat sejati yang berkarir dari Pemprov Jateng ini.

Apalagi di Pilkada Serentak saat ini, kata Hadi, jauh berbeda dengan pelaksanaan pilkada-pilkada sebelumnya yakni dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan wabah Korona ini

"Terutama terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19. Tentu kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak di total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota ini tidak akan menimbulkan klaster Covid-19 baru," jelas mantan Sekda Jateng ini.

Rektor Hadi Prabowo menyebut para Praja yang ditugaskan memantau pilkada merupakan bagian dari 6.266 Praja IPDN Satuan Utama Praja, Nindya Praja, Madya Praja dan Muda Praja yang bersamaan dengan waktu cuti kuliah. Para Praja yang hendak cuti maupun bertugas memonitor pilkada, ungkap Hadi, sudah menjalani tes kesehatan seperti tes usap untuk memastikan tidak terpapar wabah Covid-19.

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

X