• Jumat, 7 Oktober 2022

Covid-19: Hetifah Wanti-Wanti Distribusi Beasiswa PIP Tepat Waktu Dan Tepat Jumlah

- Rabu, 22 April 2020 | 23:55 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI. Hetifah Sjaifudian
Wakil Ketua Komisi X DPR RI. Hetifah Sjaifudian

JAKARTA: Wakil Ketua Komisi X (bidang pendidikan) DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP mengkritisi penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditemukan banyak keluhan di lapangan.

Hetifah merespon jamaknya keluhan yang bersifat teknis seperti terhambatnya pencairan secara kolektif dan potensi atas risiko dana yang disalahgunakan.

Hal ini terungkap saat Komisi DPR yang membidangi pendidikan ini menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Bank penyalur Program Indonesia Pintar yakni Bank BRI dan BNI terkait perkembangan dan permasalahan penyaluran Program Indonesia Pintar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/04/2020).

"Bank penyalur PIP adalah ujung tombak tersalurnya dana PIP kepada masyarakat yang membutuhkan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, saya mendapatkan laporan masih didapati complaint masyarakat karena pencairan kolektif yang terhambat dan rawan penyalahgunaan," ujar Ketum PP KPPG ini.

Hetifah menyebut salah satu metode pencairan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi daerah 3T (daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar) adalah melalui pencairan secara kolektif oleh Ketua Lembaga atau Kepala Sekolah dan atau Guru yang dikuasakan.

Namun, ternyata pencairan kolektif ini menimbulkan kendala baru.

“Di Kalimantan ada daerah yang jarak antar kecamatan harus ditempuh dalam hitungan hari. Selain itu, belum tentu waktu tiba Kepala Sekolah sesuai dengan jadual buka kantor Bank. Oleh karena itu, pencairan dana menjadi terhambat dan para Kepala Sekolah harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar hanya untuk bisa sampai ke kantor Bank,” ungkap Hetifah. 

Waketum DPP Partai Golkar ini juga mewanti-wanti terkait akan potensi penyalahgunaan dana beasiswa PIP itu. Besarnya biaya operasional perjalanan menyebabkan Kepala Sekolah terpaksa harus memotong dana PIP untuk membiayai perjalanan pencairan tersebut sehingga dana yang seharusnya diterima siswa penerima beasiswa berkurang. Para siswa tidak menerima dana secara bulat.

Disamping itu, banyak juga orang tua dan siswa yang tidak mengetahui secara pasti besaran jumlah dana PIP. Hal ini menimbulkan risiko penyalahgunaan dana. 

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

X