• Selasa, 29 November 2022

Presiden Jokowi Menolak Didaulat Jadi Bapak Pembangunan Desa,

- Rabu, 30 Maret 2022 | 05:54 WIB
Presiden Jokowi. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
Presiden Jokowi. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)

Yang ketiga, yang berkaitan dengan Dana Desa. Sekali lagi saya ulang, sampai tahun ini dana yang disalurkan untuk desa itu Rp468 triliun ke desa. Jangan dipikir ini uang kecil lho, ini uang gede sekali, besar sekali. Dalam sejarah negara ini berdiri, desa diberi anggaran sampai Rp468 triliun itu belum pernah. Oleh sebab itu, hati-hati dalam mengelola/me-manage duit yang sangat besar sekali ini.

Sebetulnya kemarin kalau tidak ada Covid-19 di 2020, saya sudah berpikir akan menambah, melompatkan anggaran desa itu lebih gede lagi, tapi Tuhan belum mengizinkan. Karena uang yang dipakai Covid-19 di 2020 sudah Rp690 triliun, gede sekali, gede sekali. (Tahun) 2021 Rp740 triliun, gede sekali. Sehingga dana seluruh kementerian juga kita potong, kemudian dana untuk desa juga sedikit kita potong, sedikit lho ya, sedikit kita potong, tidak banyak, sedikit. Nanti tahun depan, insya Allah dikembalikan atau dinaikkan lagi.

Dari Rp468 triliun tadi, saya tadi bisik-bisik ke Pak Surta, “Pak Presiden, 
mbok ya di pemerintahan desa ini diberi dana operasional desa.” Sudah saya jawab di depan, tapi nanti saya ulang lagi waktu sambutan.

Pak Surta minta, “Pak kalau bisa ya 4 persen atau 5 persen dari total anggaran.” Ndak, ndak, ndak, ndak, ndak. Untuk yang pertama ya saya berikan 3 persen, nanti tahun berikut bisa ke 4 atau 5 persen. Ini tolong dicatat.

Bapak-Ibu semuanya kan juga sudah dapat dari pemerintah kabupaten, iya kan? Ini ada khusus untuk dana operasional, untuk Dana Desa-nya. Tapi saya menyadari betul kerja keras Bapak-Ibu sekalian karena hasilnya tadi sudah disampaikan oleh Pak Mendagri, Pak Tito, jadi jalan desa berapa, jadi embung berapa, jadi irigasi berapa, jadi jembatan berapa, semuanya jelas, konkret, fisik ada. Ini akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di desa, maupun nanti diagregatkan menjadi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: 1.635 Peserta Lolos SNMPTN UNS, Cek Di Sini

Jalan desa, coba lihat jalan desa 227 ribu kilometer jalan desa, ada yang tidak percaya. “Pak, 227 ribu kilometer itu panjang sekali lho.”

Ya saya jawab, ya panjang, tetapi itu masih sedikit karena kalau dibagi dengan jumlah desa yang ada di negara kita 74.900, artinya itu baru 3 kilo(meter) per desa kira-kira, iya ndak? Kan biasa dalam satu desa ada tambahan 3 kilo(meter), tapi sebuah pekerjaan yang besar ini 3 kilo(meter) buat saya. Tapi itu pun masih ada yang sangsi. Ya kalau tujuh 74.900 kali 3 kan sudah kira-kira ya angka itu. Jadi masih ada banyak jalan-jalan di desa yang memang baru dibangun dan diperbaiki, utamanya dan utamakan jalan-jalan produksi yang menuju ke sawah, ke kebun itu yang didahulukan. Embung, irigasi, dan lain-lain, jembatan, pasar desa, BUMDes, tambatan perahu, banyak sekali, sudah saya cek satu persatu.

Kemudian yang berkaitan dengan kualitas hidup, banyak sekali. Pembangunan air bersih, posyandu, polindes, drainase, sumur, PAUD, MCK. Ini juga dari Dana Desa dan itu akan memperbaiki kualitas hidup, kualitas SDM dari masyarakat di pedesaan. Jangan ada yang menyangsikan betapa sangat bermanfaatnya Dana Desa yang telah kita kucurkan ke desa-desa, dan itu sekali lagi, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di desa, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

Saya hanya titip, ini sudah bolak-balik saya sampaikan, kalau membangun fisik atau pun nonfisik gunakan bahan-bahan material dari desa itu, dari desa Bapak-Ibu semuanya, paling jauh itu dari kecamatan. Mau beli semen ada di desa, beli di desa. Mau beli batu bata ada di desa itu, beli di desa kita sendiri. Supaya apa? Uang itu berputar terus di desa kita, paling jauh itu ke kecamatan kita. Jangan sampai uang itu kembali ke kota, apalagi kembali ke Jakarta, hati-hati. Kembali lagi ke sini, hati-hati. Berarti pertumbuhan ekonomi secara terus-menerus dan berkelanjutan, itu akan juga kembalinya ke pusat lagi. Usahakan ini, ini penting sekali.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X