• Kamis, 8 Desember 2022

Jokowi Geregetan Uang Rakyat Untuk Beli Barang Impor, Bodoh Banget Kita Ini!

- Jumat, 25 Maret 2022 | 23:19 WIB
Presiden Jokowi. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
Presiden Jokowi. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)

Jangan tepuk tangan, karena kita belum melakukan. Kalau nanti melakukan, itu nanti  Rp400 triliun lebih nanti, betul-betul semuanya mengerjakan, silakan kita semuanya tepuk tangan. Kita hanya minta 40 persen dulu sudah, targetnya enggak banyak-banyak, sampai nanti Mei. Tadi pagi saya cek sudah berapa sekarang? Baru Rp214 triliun.

Baca Juga: Dirut PLN Ungkap Langkah Nyata Pencapaian Net Zero Emission Dalam Forum ETWG-1 G20

Gimana mau kita terus-teruskan? Coba CCTV, beli impor. Di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini? Dipikir kita bukan negara yang maju, buat CCTV aja beli impor. Seragam dan sepatu tentara dan polisi, beli dari luar. Kita ini produksi di mana-mana bisa, jangan diterus-teruskan.

Alkes, Menteri Kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit, produksi saya lihat di Jogja ada, Bekasi, Tangerang ada, beli impor. Mau kita terus-teruskan? Silakan. Nanti mau saya umumkan kok. Saya kalau sudah jengkel, ini tak umumin nanti. Ini rumah sakit daerah beli impor, Kementerian Kesehatan masih impor, tak baca nanti. Karena sekarang ternyata gampang banget itu, detail harian sekarang bisa saya pantau betul.

Alsintan, Menteri Pertanian, traktor-traktor kayak gitu bukan hi-tech saja impor. Jengkel saya. Saya kemarin kan dari Atambua menanam jagung. Saya lihat ada traktor, ada alsintan, saya waduh. Enggak boleh ini, Pak Menteri, enggak boleh.

Pensil, kertas, saya cek impor, bolpoin, ini apa ini kita? Kadang-kadang saya mikir, ini kita ngerti enggak sih hal-hal seperti ini? Jangan-jangan kita semua ini tidak kerja detail, sehingga tidak mengerti bahwa yang dibeli itu barang impor. Buku tulis impor, jangan ini diteruskan, setop.

Sehingga, melompat nanti kalau kita semuanya beli produk dalam negeri, meloncat pertumbuhan ekonomi kita. Jadi, target nanti di akhir, syukur bisa sebelum Mei, yang Rp400 triliun itu bisa tercapai. Ini akan sangat bagus sekali, dampaknya akan ke mana-mana.

Coba saja angka-angka, coba kita lihat angka-angka di Kementerian PUPR Rp92 triliun, Kemenhan Rp68 triliun, Polri Rp56 triliun, Kementerian Kesehatan Rp36 triliun, yang gede-gede, yang saya sebutin yang gede-gede saja, Dikbud Rp29 triliun.

Hati-hati, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tadi pagi saya cek baru Rp2T, ini kayaknya ada yang enggak semangat di dalamnya, di kementerian. Urusan masa beli bangku, beli kursi mau impor kita. Laptop, mau impor kita. Kita sudah bisa bikin semuanya itu, sudah bisa bikin semuanya. Sudahlah, jangan diterus-terusin.

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Sebut Harga Minyak Goreng Curah Sudah Mulai Turun

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X