Jokowi Geregetan Uang Rakyat Untuk Beli Barang Impor, Bodoh Banget Kita Ini!

- Jumat, 25 Maret 2022 | 23:19 WIB
Presiden Jokowi. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
Presiden Jokowi. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)

Ini yang semua gubernur, bupati, wali kota, dirut BUMN harus mengerti dan bisa mencarikan jalan keluar bagaimana mengendalikannya. Oleh sebab itu, yang paling gampang kita lakukan adalah bagaimana APBN, bagaimana APBD, bagaimana anggaran BUMN itu bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi kita sendiri. Caranya, ya kita harus memiliki keinginan yang sama untuk membeli, untuk bangga pada buatan kita sendiri, bangga buatan Indonesia.

(tepuk tangan hadirin)

Jangan tepuk tangan dulu. Begitu saya lihat, ini pengadaan barang dan jasa seperti apa Detail sekarang ini kerja, enggak bisa makro saja. Enggak bisa, hilang pasti. Target kita pasti lari ke mana-mana. Sekarang makro dilihat, mikronya dikejar.

Baca Juga: Bertemu Menteri Media Massa Sri Lanka Di Bali , Menteri Johnny Bahas Upaya Lawan Infodemi

Cek yang terjadi, sedih saya. Belinya barang-barang impor semuanya. Padahal kita memiliki untuk pengadaan barang dan jasa, anggaran modal pusat itu Rp526 triliun. (Pemerintah) daerah, Pak Gub, Pak Bupati, Pak Wali Rp535 triliun, lebih gede di daerah.

Sekali lagi, saya ulang, pusat Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun. BUMN jangan lupa, saya detailkan lagi Rp420 triliun. Ini duit gede banget, besar sekali, yang enggak pernah kita lihat dan kita… Ini kalau digunakan, kita enggak usah muluk-muluk ya, dibelokkan 40 persen saja, 40 persen persen saja, itu bisa men-trigger growth economy kita, pertumbuhan ekonomi kita yang pemerintah dan pemerintah daerah bisa 1,71 persen, yang BUMN 0,4 persen. (Pemerintah) 1,5-1,7 persen, yang BUMN-nya, 0,4 persen.

Ini kan 2 persen lebih enggak usah cari ke mana-mana, tidak usah cari investor. Kita diam saja. tapi kita konsisten membeli barang yang diproduksi oleh pabrik-pabrik kita, industri-industri kita, UKM-UKM kita. Kok enggak kita lakukan? Bodoh sekali kita kalau enggak melakukan ini, malah beli barang-barang impor.

Mau kita terus-teruskan? Ndak, enggak bisa. Kalau kita beli barang impor, bayangkan Bapak-Ibu semuanya, kita memberi pekerjaan kepada negara lain. Duit kita berarti capital outflow, keluar. Pekerjaan ada di sana, bukan di sini.

Coba kita belokkan semua di sini. Barang yang kita beli barang dalam negeri, berarti akan ada investasi, berarti membuka lapangan pekerjaan. Tadi sudah dihitung, bisa membuka dua juta lapangan pekerjaan. Kalau ini tidak dilakukan, sekali lagi, bodoh banget kita ini.

(tepuk tangan hadirin)

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X