• Jumat, 9 Desember 2022

Buka Rakernas ICMI, Jokowi: Kuncinya, Cepat Temukan Peluang Hadapi Perubahan Zaman

- Minggu, 30 Januari 2022 | 06:34 WIB
Presiden Jokowi buka Rakernas ICMI. (BPMI Setpres.)
Presiden Jokowi buka Rakernas ICMI. (BPMI Setpres.)

Oleh sebab itu, sudah sering saya sampaikan, tidak hanya nikel saja yang akan kita setop. Tahun ini mungkin setop lagi bauksit, tahun depan setop lagi tembaga, tahun depan lagi setop lagi timah, setop lagi emas, tidak ada lagi yang namanya ekspor bahan mentah. Tahun 2022 ini saya kira kita bisa mencapai, ekspor khusus untuk nikel ini bisa mencapai 28-30 miliar US Dollar. Berarti sudah kira-kira Rp420 triliun, itu perkiraan.

Dan, sekali lagi, setelah nikel kita akan mendorong investasi di sektor bauksit, di sektor tembaga, di sektor timah, di sektor emas dan lain-lainnya yang biasanya kita mengekspor dalam bentuk raw material atau bahan mentah.

Hilirisasi ini juga harus kita lakukan di semua sektor. Petani memang harus kuat di on farm. Inovasi di sektor pertanian dan peternakan harus kuat, tetapi jangan berhenti di situ. Pupuk, bibit, dan lain-lain. Kelompok tani dan peternak, koperasi petani dan peternak juga harus masuk juga ke off farm, masuk ke hilir. Sekali lagi, agar nilai tambah itu dinikmati petani karena keuntungan yang terbesar itu ada di off farm-nya dan tentu saja bisa menciptakan lapangan pekerjaan kerja baru yang semakin banyak.

Baca Juga: Seminar ITTelkom Surabaya Bahas Pendidikan Dan Teknologi

Transformasi ekonomi digital juga tidak luput dari perhatian kita. Potensi ekonomi digital kita di tahun 2025 diperkirakan sekitar 124 miliar US Dollar. Kita juga telah memiliki 2.229 start-up, kita memiliki satu decacorn, dan delapan unicorn, dan sudah ada 8,4 juta UMKM kita yang dalam lima tahun ini sudah masuk ke platform digital untuk menjual produknya, dan dipastikan data ini akan terus bertambah. Saya meyakini ini akan terus bertambah.

Juga, transformasi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Potensi EBT kita sebesar 418 gigawatt, baik itu geotermal, angin, solar panel, biofuel, arus bawah laut, hydropower misalnya, ini kita memiliki 4.400 sungai yang berpotensi menghasilkan energi hijau dan 128 diantaranya sungai besar. Dekarbonisasi sektor transportasi juga dimulai dengan pembangunan mass urban transport, pembangunan green industrial park yang terbesar di dunia di Kalimantan Utara juga sudah kita mulai.

Bapak, Ibu, dan hadirin yang saya hormati,

Program pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur adalah bagian penting dari transformasi itu. Program IKN bukan sekadar pindah gedung pemerintahan, bukan itu. Pindah ibu kota adalah pindah cara kerja, pindah mindset dengan berbasis pada ekonomi modern dan membangun kehidupan sosial yang lebih adil dan inklusif.

Baca Juga: Apa Itu Henti Jantung? Ini Kata Dokter Spesialis Jantung RS UNS Solo

IKN akan kita jadikan sebagai sebuah showcase transformasi, baik di bidang lingkungan, cara kerja, basis ekonomi, teknologi, dan lain-lainnya termasuk di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih berkualitas. Tata sosial yang lebih majemuk dan toleran yang menjunjung tinggi etika dan akhlak mulia yang juga kita ke depankan.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X