• Jumat, 30 September 2022

Hadiri WEF, Jokowi Ingin Kembangkan Sumber Baru Ekonomi Hijau

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:08 WIB
Presiden Jokowi berbicara di WEF 2022, didampingi Menko Ekonomi Airlangga Hartarto dan Menlu Retno Marsudi. (Kolase tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
Presiden Jokowi berbicara di WEF 2022, didampingi Menko Ekonomi Airlangga Hartarto dan Menlu Retno Marsudi. (Kolase tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)

 

JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia menjadikan masa pandemi Covid-19 sebagai sarana berbenah diri, meletakkan dasar-dasar bagi pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Selain mereformasi struktur ekonomi, Indonesia juga memperbaiki Iklim bisnis, iklim investasi dan ekosistem investasi.

"Termasuk, mempermudah perizinan, memberikan kepastian hukum, dan memberikan insentif khusus bagi sektor-sektor investasi prioritas," kata Presiden saat menghadiri pertemuan World Economic Forum (WEF) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/1/2022) dalam tayangan video di YouTube Sekretariat Presiden.

Selain Presiden Jokowi, WEF dihadiri Presiden World Economic Forum Børge Brende dan para pemimpin ekonomi dunia dengan host Executive Chairman of the World Economic Forum Klaus Schwab.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

Menurut Presiden, Indonesia terus
meningkatan kualitas SDM, antara lain melalui program upskilling dan reskilling, pembentukan politeknik bekerja sama dengan industri dan kerja sama dengan universitas di luar negeri. Indonesia juga terus melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur yang berkontribusi pada peningkatan investasi dan iklim usaha.

"Sumber-sumber pertumbuhan baru, terutama ekonomi hijau, akan terus dikembangkan. Antara lain, pengembangan ekosistem industri kendaraan tenaga listrik dan pembangunan kawasan industri hijau terbesar di Kalimantan Utara," ungkap Presiden.

Kolaborasi dengan pihak swasta pun terus diperkuat. Kesempatan investasi akan dibuka seluas-luasnya untuk enam sektor prioritas. Yaitu, industri padat karya berorientasi ekspor, energi terbarukan, infrastruktur, otomotif khususnya kendaraan listrik, pariwisata, dan pertambangan bernilai tambah.

Indonesia juga menetapkan sejumlah prioritas pembangunan. Di antaranya, peningkatan produksi pangan melalui pengembangan food estate, penerapan konsep pembangunan rendah karbon, transformasi menuju ekonomi digital melalui perluasan, pemerataan, serta peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan digital.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X