• Sabtu, 20 Agustus 2022

Kunjungi Titik Nol IKN, Sri Mulyani: Membangun IKN Luar Biasa Rumit Dan Menantang

- Jumat, 7 Januari 2022 | 18:00 WIB
Foto: Tangkapan layar Instagram.
Foto: Tangkapan layar Instagram.

Dirilis di laman resmi Kemenkeu,  jajaran pimpinan Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR melakukan kunjungan inspeksi kerja ke lokasi IKN baru. Salah satunya pembangunan proyek jembatan Pulau Balang yang dibiayai melalui SBSN. 

Dalam kunjungan tersebut, Menkeu dan Menteri PUPR melakukan penandatanganan prasasti penanda aset dari proyek yang mendukung konektivitas trans Kalimantan. 

Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat menjadi titik mula pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Perhitungan dan pemenuhan kebutuhan anggaran IKN akan tetap sejalan dengan konsolidasi fiskal pascapandemi Covid-19. Pemerintah akan memastikan agar pendanaan ini tidak mengganggu penanganan Covid-19 dan program pemulihan ekonomi.

Menurut Sri Mulyani, tahun 2022  Presiden Joko Widodo menetapkan bahwa kondisi penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi tetap jadi prioritas. Dalam APBN 2023 nanti adalah pemulihan ekonomi dan konsolidasi APBN. 

Menkeu menegaskan, APBN harus dijaga secara sangat hati-hati sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan negara, seperti penanganan Covid, pemulihan ekonomi, perlindungan secara sosial dan antisipasi gejolak global. Di sisi lain, ada prioritas nasional seperti pembangunan IKN. 

"Ini faktor yang akan mendominasi rancangan APBN kita di tahun 2022, dengan mengantisipasi Undang-undang IKN, terutama 2023 dan 2024, seperti untuk Pemilu. Jadi seluruhnya diseimbangkan,” ujar Menkeu dalam sambutannya saat Seremoni Penandatanganan Prasasti.

Jembatan Pulau Balang

Jembatan Pulau Balang merupakan salah satu proyek yang dibiayai dari SBSN, yang juga berfungsi sentral sebagai penghubung transportasi darat dari Kota Balikpapan ke lokasi IKN baru, yakni Penajam Paser Utara. Adapun pembiayaannya dilakukan secara Multi Year Contract (MYC) tahun 2015-2021, dengan total alokasi yang digunakan sebesar Rp1,43 triliun. 

Pembangunan jembatan Pulau Balang tersebut, merupakan perwujudan dari komitmen yang kuat dari program pemerintah untuk pembangunan sektor jalan dan jembatan dalam rangka mendukung konektivitas dan dukungan logistik nasional. 

Kehadiran jembatan Pulau Balang dapat membuat akses pertukaran ekonomi antar provinsi dan antar kabupaten di Kaltim jauh lebih mudah dan jalur perekonomian akan terbuka luas. Komoditas yang diambil dari luar Kaltim, seperti produk pertanian, peternakan, dan perikanan yang sebagian diambil dari provinsi lain akan dapat dijangkau karena akses yang lebih mudah. ***

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X